Nilai Ujian Nasional Bahasa Indonesia Rendah, Tanya Kenapa?

Nilai Ujian Nasional Bahasa

Ilustrasi

Tiga puluh menit saja kita berjalan menyusuri kota atau desa sekalipun, tak sulit menemukan kata-kata yang berasal dari bahasa inggris. Toko apa saja, seakan tidak terkesan besar jika tidak dibumbui dengan kata-kata asing. “Discount, big sale, promotion” dan lain-lain, akan berbeda maknanya dari pada kata-kata diskon, penjualan besar-besaran, promosi, yang merupakan bahasa kita sendiri.

Media TV tidak mau kalah, susah menemukan satu acara yang tidak ada selipan bahasa inggrisnya. Stasiun TV berita mendominasi. Lihat saja judul acaranya, breaking news, Indonesia Lawyer Club dan masih banyak yang lainnya. Penulis tidak tahu pasti, apa target semua ini. Yang pasti, hal tersebut berefek pada rendahnya minat dan kecenderungan siswa hari ini untuk mendalami bahasanya sendiri.

Di sisi lain, penggunaan bahasa Indonesia dalam percakapan sehari-hari bagi kebanyakan anak muda yang lebih cenderung memakai bahasa yang tidak baku, dan tidak teoritik. Ditambah lagi istilah-istilah dari selebriti yang beredar namun tidak sesuai dengan makna bahasa Indonesia yang baku. Sebut saja kata “galau, gujis, ipul”, dan kata lain yang faktanya lebih diganrungi remaja sekarang.

Opini Terkait
1 daripada 302

Tingginya angka kegagalan siswa SMA pada mata pelajaran Bahasa Indonesia pada tahun 2012 menunjukkan adanya pergeseran nilai di kalangan generasi muda. Data Kementerian Pendidikan menyebutkan, mayoritas kegagalan siswa SMA pada ujian nasional tahun ini ada pada ujian Bahasa Indonesia dan Matematika. Ironisnya, mereka adalah para siswa di sekolah-sekolah wilayah perkotaan, seperti ibu kota provinsi atau ibu kota kabupaten/kota. 1.524.704 siswa peserta UN jenjang SMA, sebanyak 7.579 siswa dinyatakan tidak lulus. Untuk SMK, 2.925 siswa tidak lulus dari 1.039.403.[note]https://nationalgeographic.grid.id/read/13282286/banyak-siswa-tidak-lulus-bahasa-indonesia?page=all[/note]

Meskipun akan diteliti penyebab hal tersebut, yang oleh banyak pihak disebabkan oleh soal Ujian Nasional yang terlalu sulit, namun siswa peserta UN memang menganggap Bahasa Indonesia kini sebagai mata pelajaran yang tidak penting dibandingkan bahasa asing.

bahasa indonesia
Ilustrasi

Seharusnya seluruh remaja/siswa menguasai bahasa resmi negaranya. Membiasakan bahasa baku yang sesuai dengan ejaan disempurnakan. Untuk hal ini, semua pihak harus bertanggung jawab untuk membangkitkan kembali kecintaan mereka pada bahasa Indonesia, dengan mengubah sistem dan paradigma kita terhadap bahasa kita sendiri.

Komentar
Loading...