Numerology Nomor Urut Capres Cawapres 2014

0 7

Secara sederhana angka adalah media perhitungan, mewakili jumlah “sesuatu”. Angka sedikit berbeda dengan nilai, karena tidak semua nilai disimbolkan dengan angka. Tidak jarang orang suka mengotak-atik angka untuk dicari maknanya. Muncullah sugesti untung-celaka, menang kalah dari angka. Kombinasi sesuatu yang tersimpan dari sebuah angka dikenal dengan istilah Numerology. Ilmu Numerology telah menarik perhatian umat manusia selama ribuan tahun, serta menjadi bagian dari sebuah sistem hubungan yang misterius dari berbagai fenomena alam lainnya. Pengetahuan tentang makna dan rahasia angka-angka pun tercermin dalam adat-istiadat, cerita rakyat, kesusastraan, arsitektur, dan musik yang dipandang sebagai manifesto harmoni kehidupan.

Simbolisme angka memang sangat beragam, meski banyak pula kesamaan yang menakjubkan dalam menafsirkan angka-angka bisa ditemukan dalam berbagai kebudayaan yang berbeda. Numerology sangat bergantung dari interpretasi masyarakat yang dikontruks oleh cara pandang, keseharian, bahkan dikaitkan dengan suatu peristiwa yang terjadi dan menimpa salah satu tokoh yang dikagumi masyarakat. Lalu, bagaiman dengan Numerology nomor urut capres dan cawapres 2014?

Saat pencabutan nomor urut capres dan cawapres 2014 hari ini, ahad 1 Juni, banyak kejadian menarik yang terjadi. Atas takdir Tuhan pasangan Prabowo-Hatta mendapat nomor urut 1, dan pasangan Jokowi-JK mendapat nomor urut 2. Mendapatkan nomor masing-masing dimulai pencabutan nomor oleh masing-masing cawapres. Ditakdirkan pula, cawapres Prabowo, Hatta Rajasa mendapatkan nomor 4, dan cawapres Jokowi mendapatkan nomor 8. Jika tidak ada kebetulan dalam hidup, maka ketetapan Tuhan atas nomor urut capres dan cawapres 2014, pasti memiliki makna tersendiri. Tulisan ini akan mencoba mengutak-atik nomor urut capres dan cawapres 2014. Berdasarkan nemurology sederhana, berikut ulasan singkat Numerology nomor urut capres dan cawapres 2014;

Hatta Rajasa dengan senyum mendapatkan nomor 4. Dalam Numerology, ada beberapa serba EMPAT. Allah terdiri atas EMPAT huruf: Alif, Lam, Lam, Ha. EMPAT malaikat tertentu: Jibril, Mikail, Izrail, Israfil. EMPAT tahap Sufistik: Syariat, Thariqot, Hakikat, Makrifat. EMPAT unsur jasmani manusia: Api, Air, Tanah, Udara. EMPAT unsur menyatu dalam raga: Rasa dan Akal, Daya dan Nafsu. EMPAT tak terpisah: dari tanah kembali ke tanah, dan dari Tuhan kembali ke Tuhan. Menurut Feng Shui, angka EMPAT alias Bintang Seksi adalah angka puitis dan romantis yang memajukan pendidikan dan karya tulis. Empat arah inti menyamping: Depan, belakang, kanan, kiri.

Prabowo-Hatta mendapatkan nomor urut 1. Dalam rukun iman dan rukun Islam, yang ke-SATU adalah dasar bagi rukun-rukun selanjutnya. Iman kepada Allah swt itu nomor SATU. Syahadat (kesaksian) itu nomor SATU. Nilai dasar Pancasila yang ke-SATU Ketuhanan YME. Sila ke-SATU ini nafas bagi sila-sila lainnya dalam Pancasila. Bahkan SATU ini tertera dalam sila (per)SATU(an) Indonesia. Ranking di sekolah dan klasemen pertandingan yang terbaik itu SATU. Menurut Feng Shui, angka SATU alias Bintang Uang adalah angka yang selalu menguntungkan. Ibu adalah figur yang mengandung dan melahirkan. Dalam sebuah lagu kanak-kanak ada lirik yang berbunyi: SATU SATU, aku sayang ibu.

Joesuf Kalla (JK) mencabut nomor 8. Dalam al-Quran, DELAPAN adalah jumlah malaikat, force yang menjunjung “Arsy” (Kursi/Singgasana), mengatur keseimbangan, yang bermakna power and authority dominion, baik sebelum ataupun sesudah kiamat. DELAPAN adalah satuan angka untuk menilai dan mengukur suatu kualitas yang memenuhi standar atau berpredikat “baik”. Angka DELAPAN sakral: Bulan Agustus (bulan keDELAPAN) bulan proklamasi kemerdekaan Indonesia dan bagi umat Islam, bulan ke-DELAPAN (Sya’ban) adalah satu dari tiga bulan yang sangat dimuliakan Rasulullah. Bentuk angka DELAPAN unik, beda, tidak berpangkal, dan tidak berujung. Angka DELAPAN acap disebut Bintang kekayaan, termasuk angka berkategori white star.

Jokowi mencabut nomor 2. DUA ini penting. Dua adalah simbol keharmonisan. Lahir (jasmani) dan batin (ruhani) itu DUA dimensi. Alam dunia dan akhirat juga DUA alam. Jenis agama itu DUA: Samawi dan ardhi. Dalam Filsafat Taoisme China, realitas terbagi DUA: Yin dan Yang. Dalam Sufisme, Realitas ada DUA: Anaa (Saya) berjodoh dengan al-Haq (Tuhan). Jenis kelamin DUA: laki-laki dan perempuan. Dalam KB, DUA anak cukup. Shalat itu tiang agama dan ia nomor DUA. Nilai kemanusiaan, keadilan, dan peradaban itu perlu. Dan dalam Pancasila, ia sila keDUA. Pasangan Capres dan Wapres DUA orang. Banyak itu minimal DUA. Ada pula iklan minuman: “Saya minum DUA.” DUA jari juga simbol perdamaian: “Peace, man!”

Tak bisa dipungkiri, nomor urut adalah simbol kampanye yang tak kalah penting dengan paparan lain dalam kampanye. Nomor urut dijadikan sesuatu yang mudah mementukan pilihan. Pemilih akan diingatkan bukan melalui visi misi, program kerja, poto, tapi dengan angka, dan ini lebih mudah.

Kelihatan dengan jelas dari Numerologi kedua pasangan capres dan cawapres memilih nomor yang identik. Pasangan Prabowo-Hatta mendapatkan nomor 1 dan 4 dan maknanya lebih dekat pada keimanan, keyakinan, dan kepercayaan diri. Keyakinan dan kepercayaan diri yang hadir dari pemahaman terhadap masalah, tidak plintat plintut, dan grasak grusuk. Sangat sesuai dengan gesture pasangan ini. Sedangkan pasangan Jokowi-JK dengan nomor 2 dan 8 mencerminkan keseimbangan dan keharmonisan. Keharmonisan yang lahir antara tua dan muda, dan keseimbangan yang lahir dari perencanaan matang

Numerology nomor urut capres dan cawapres 2014, bisa saja menjadi negative campaign dari dua tim pasangan yang ada. Contoh sederhana, nomor urut satu bisa disimbolkan tidak harmonis, identik dengan jomblo, serta gaya kepemimpinan postulat (satu tombol). Demikian pula serangan terhadap nomor urut, pun bias menjadi bahan olok-olok. Misalnya, hati yang mendua, ketidak konsistenan, serta gaya kepemimpinan plinplan.

Dari Numerology nomor urut capres dan cawapres 2014, siapa yang tepat menjadi pemenang dan menjadi Presiden? Bagi saya, semua punya kesempatan, karena bagi penulis, masalah Numerology hanyalah teori menghubungkan belaka. Logikanya, andai nomor urut satu sebagai nomor keberuntungan, maka semua calon legislatif yang bernomorurut satu akan terpilih. Demikian pula, andai nomor urut dua memastikan kemenangan dalam setiap kompetisi, maka Jokowi-Ahok mestinya kalah pada pilgub DKI kemaren.

Salam bahagia …

Komentar
Loading...