Penafsiran Surah al-Baqarah Ayat 4

Surah al-Baqarah Ayat 4

Sebelum diungkap penafsiran surah al-Baqarah ayat 4, berikut terjemahnya dalam Bahasa Indonesia.

“Dan orang-orang yang beriman (percaya) apa yang telah diwahyukan (diturunkan) kepadamu, dan apa yang diturunkan sebelum kamu, dan juga memiliki (ke-sempurnaan) iman kepada hari akhir.”

Pertama: Penggunaan “waw athaf” (dengan arti dan) menunjukkan bahwa ayat ini sebenarnya adalah kelanjutan dari ayat 2 surah al-Baqarah tentang kualitas orang beriman dan beramal saleh. Artinya, keempat orang-orang saleh adalah orang-orang yang percaya pada Kitab Suci, yaitu al-Quran. Kata أنزل (diturunkan) dalam ayat ini berkaitan dengan kata “dzalika” di ayat 1. Bahwa al-Quran adalah sesuatu yang diturunkan.

Ada dua konsekuensi yang tak terelakkan dari pemahaman diturunkan ini: 1) bahasa Arab yang digunakan tidak lagi “umum”. 2) meskipun nilainya berada di luar Arab yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, tentu saja masih merupakan bahasa manusia, bahasa bumi.

Kedua: Kualitas berikutnya dari orang-orang saleh adalah percaya pada Kitab Suci sebelum al-Quran. Allah ingin mengatakan bahwa al-Quran, Nabi Muhammad, dan Islam adalah kelanjutan dari agama samawi sebelumnya. al-Quran sebagai Jalan Lurus adalah garis lurus yang menghubungkan garis, bukan garis lurus sebelumnya lurus yang berdiri sendiri dan terpisah dari garis lurus sebelumnya.

Opini Terkait
1 daripada 6

Ketiga: kualitas terakhir dari orang-orang saleh adalah percaya akan adanya hari akhir. Hal ini sangat penting tidak hanya karena nilai tindakan manusia ditentukan oleh tujuannya, tetapi juga karena akhirat adalah doktrin yang sangat penting dalam agama apapun. Ada enam Rukun Iman, meski dalam banyak ayat al-Quran, kadang-kadang disingkat menjadi hanya dua : Iman kepada Allah dan akhirat (misalnya 2:8, 5:69, 29:36, 65:2).

Urgensi dari pembahasan di akhirat dimulai dari pertanyaan penting kepada manusia: “Kemana Anda akan pergi?” (81: 26). Jawaban atas pertanyaan ini benar-benar akan menentukan sikap kita dan perspektif hidup. Orang-orang yang percaya bahwa hidup tidak berhenti hanya di dunia ini pasti akan siap untuk menyambut kehidupan berikutnya.

Ketiga: konsekuensi dari kata beriman sebagaimana didefinisikan dalam ayat ini. Apakah itu hanya percaya? Tentu saja tidak. Karena, seperti yang disebutkan sebelumnya bahwa iman adalah kekuatan pendorong yang mendorong seseorang untuk bertindak sesuai dengan apa yang ia percaya masuk.

tafsir surah al-Baqarah ayat 4
Ilustrasi tafsir surah al-Baqarah ayat 4

Oleh karena itu, jika beriman kepada Kitab Suci, tentu saja konsekuensi logis adalah membaca dan belajar menuju kesempurnaan tindakan. Tidak ada bukti iman dalam ketiadaan melakukan kegiatan. Hal yang sama berlaku dalam kaitannya dengan memiliki iman kepada hari akhir.

Semoga bermanfaat.

Loading...