Pendidikan Agama Pengembang Akhlak Generasi Muda

Pendidikan Agama Pengembang Akhlak

Dunia pendidikan Indonesia sepertinya semakin berkembang dari tahun ke tahun, hal ini dapat kita lihat dari seringnya pergantian yang dilakukan oleh pemerintah terhadap kurikulum yang diberlakukan untuk sekolah formal. Seperti yang kita ketahui bahwa sebelum akhirnya pemerintah mengganti kurikulum menjadi kurikulum 2013, ada juga kurikulum KTSP, KBK, CBSA dan lain sebaganya.

Kesemua kurikulum yang pernah diterapkan dalam sekolah formal ini sendiri pada dasarnya memiliki tujuan yang baik yaitu untuk mengangkat prestasi pendidikan nasional di mata dunia dan terkhusus bagi pelajar sendiri diharapkan bahwa pergantian kurikulum ini dapat membuat para peserta didik dapat dengan mudah untuk menyerap ilmu yang diajarkan dan mengembangkan apa yang mereka pelajari agar dapat berguna untuk kehidupan bermasyarakat serta dapat menjadi modal berharga untuk membangun negeri Indonesia yang tercinta ini.

Akan tetapi, dari semua pergantian itu, tidak ada kurikulum yang didesain untuk meningkatkan akhlak dan moral siswa. Semua kurikulum yang diterapkan sepertinya menitik beratkan pendidikan hanya pada mata pelajaran umum seperti Matematika, IPA dan mata pelajaran lainnya. Bukan pada mata pelajaran yang berorientasi kepada akhlak yaitu Pendidikan Agama.

Hal ini tentu saja bertolak belakang dengan masalah besar yang saat ini menjangkiti para pemuda atau generasi penerus Bangsa Indonesia yaitu kurangnya kesadaran akan beperilaku baik, yang terjabar dalam perilaku suka berantem dengan sesama teman dan bahkan sampai ke hal yang lebih parah yiatu maraknya tindak kriminal yang dilakukan oleh para pelajar Indonesia.

Bahkan yang tidak habis pikir hanya gara-gara permasalahan sepele mereka bisa melakukan tindak anarkis dengan tawuran. Padahal masalah seperti ini harusnya tidak akan mereka lakukan jika mereka mengetahui dan menggunakan akal sehat mereka untuk sekedar berfikir sebentar dan menyadari bahwa hal tersebut semestinya tidak dilakukan oleh seorang yang bersekolah atau terpelajar.

Opini Terkait
1 daripada 97

Dengan mengetahui masalah ini, seharusnya pemerintah lebih menitik beratkan pendidikan lebih kepada Pendidikan Agama. Karena tidak bisa dipungkiri bahwa banyak waktu pelajar itu dihabiskan di sekolah dan oleh sebabnya jika mengharapkan mereka belajar agama di luar sekolah akan sangat tidak efektif. Dan meskipun mereka belajar di rumah, harusnya pendidikan sekolah pun seharusnya lebih tetap ditekankan agar para pelajar bisa lebih mengeksplore lagi pengetahuan mengenai ajaran agam serta dapat mengaplikasikan lagi ilmu agama yang biasanya menitik beratkan kepada moral dan juga akhlak.

Mungkin artikel ini akan menjadi tak berguna jika hanya mengkritisisasi apa yang telah diputuskan oleh pemerintah. Agar lebih bijaknya, saya ingin kepada siapapun nantinya yang membaca dan menyadari akan hal ini bisa lebih bijak lagi dalam menghadapi atau mengatasi masalah yang saat ini dihadapi oleh para generasi penerus bangsa saat ini, yaitu kurangnya asupan pengetahuan mengenai akhlak dan moral.

Peran serta kita bersama, baik itu orang tua, masyarakat dan juga tentunya pelajar yang sendiri yang harus berperan aktif dalam rangka menambah ilmu pengetahuan mereka dengan dibarengi dengan ilmu agama.

Pendidikan-Agama.jpg

 

Agama adalah ilmu pengetahuan yang tidak akan pernah salah meskipun tidak terlalu menjadi prioritas di mata pemerintah. Akan tetapi, dengan Agama lah kita bisa mengontrol hidup kita agar bisa lebih baik lagi.

Terlebih lagi, harus diketahui bahwa orang yang memiliki kecerdasan intelektual yang tinggi akan sia-sia jika dirinya tidak menggabungkan pengetahuan tersebut dengan pengetahuan yang bisa memberikannya ahklak dan juga moral yang baik yaitu Pendidikan Agama.

Loading...