Pendidikan di Rumah yang Masih “Miring”

DIUNDANG secara istimewa oleh owner blog ini. Itu juga sebuah proses edukasi. Everywhere, kuyakini segala itu adalah edukasi.

Lantas, kita di zona pendidikan, teramat sering dihadiahi serapah pendidikan. Sumpah-sumpahan, bertalu-talu juga di gendang telinga. Apa mereka ‘nyadar’ saat ucapkan itu, sedang mereka pun anak-anaknya (anak-anak kita, red) menjuntai ilmu di sentra-sentra pendidikan? Cukuplak kuberkata bahwa itu adalah setengah putus asa atas diri sendiri, atas anak-anaknya.

Selalu kukatakan: “Pendidikan terbaik itu ada di rumah”. It’s mean: sekolah formal cumalah memoles-moles atas kelemahan di pendidikan non formal, semisal di rumah itu. Seumpama, ayah ibu sibuk, setamsil ayah ibu tak tahu memintarkan anak-anaknya. Loh, apa benar sekolah-sekolah itu memintarkan anak-anak. Ini keliru. Sungguh !

Anak-anak itu hanya tak balance antara Calendar Age dengan tidak memburuinya atas nama Mental Age. So, otak anak-anak itu, ikhwalnya adalah pintar, sunnahnya adalah pintar, alamiahnya adalah pintar. Lantas, yang hendak disokong di area pendidikan formal, hanyalah mental, lagi hanyalah mental. Mental ini adalah industri peradaban, ibu dari segala bentuk civilization.

Lantas lagi, kelewat banyak orang tua. keluarga, kolega titipkan anaknya untuk memperelok budi pekerti mereka, sekalian diadiksi ilmu dan pengetahuan.

Opini Terkait
1 daripada 304

pendidikan di rumah

Selanjutnya, hendak bertanya apa soal pendidikan? Mau tanyakan atau sekaligus menghampar vonis? Melaknat perilaku kurikulum yang doyan ambivalentif? Ataukah berarung-arung samudera tanya berikutnya? Kemudian, membabi buta melenyapkan hakikat pendidikan itu sendiri?

Berikutnya, pendidikan formal itu adalah sulapan-sulapan manusia moderen dengan perbagai alasan yang juga moderen. Yah, alasan moderen. Jika demikian, pendidikan yang menurut orang-orang adalah monster, penjajahan mental, free-charge, semau gue. Maka, itu sesunguhnya juga proses edukasi, proses kreatif untuk revitalisasi pendidikan.

Lantas lagi, apa sesungguhnya yang penulis ingin ‘sabdakan’ dalam artikel ini? Tak lain dan tak bukan : “Janganlah kelewat memiring-miringkan pendidikan di luar rumah, sebab pendidikan di rumah tak lebih baik yang Anda lakukan di banding di sekolah”

Salam Edukasi

Muhammad Armand

Komentar
Loading...