Pengaruh Motivasi Ekstrinsik terhadap Kualitas Guru

Motivasi Ekstrinsik

Saya pernah ditanya penyebab kualitas guru yang semakin menurun di Indonesia kaitannya dengan pendidikan? Tak sengaja saya menjawab, kalau pola pendidikan kita terlalu sering mendapat jatah motivasi ekstrinsik ketimbang intrinsik.

Kok gitu cihh??. Sebelum diterusin, ada baiknya motivasi ekstrinsik dan intrinsik kita pahami bersama dulu.

Motivasi ekstrinsik adalah ketika seorang terdorong untuk melakukan sesuatu dalam rangka memperoleh ganjaran atau menghindari hukuman. Contoh; belajar karena ingin naik atau rangking kelas, membersihkan kamar, karena takut dimarahi orang tua, latihan olah raga untuk mendapatkan penghargaan, dll.

Beda dengan motivasi intrinsik, yaitu melibatkan diri dalam suatu kegiatan karena secara pribadi menguntungkan, latihan olah raga karena secara pribadi merasa sehat, bermain TTS karena merasa terhibur, melakukan salat karena merasa tenang dll.

Dan perlu pula diketahui, bahwa sejumlah studi menunjukkan bahwa seorang anak yang terlalu sering mendapat motivasi ekstrinsik dalam kehidupannya, akan sulit merasakan motivasi intrinsik dalam dirinya. Kebiasaan memberikan iming-iming sebagai bagian dari motivasi ekstrinsik, akan membentuk pribadi anak sulit bekerja tanpa pamrih.

Apa hubungan motivasi ekstrinsik berlebihan dan kualitas guru?

Opini Terkait
1 daripada 304

Seorang guru yang dulunya terbiasa dengan motivasi ekstrinsik akan melakukan sesuatu (termasuk mengajar) karena pengaruh eksternal. Berawal dari masuk sekolah, bercita-cita akan bekerja, mendapatkan uang yang banyak, akhirnya saat menjadi guru motivasi itu tertanam dan menjadi guru dengan motivasi bayaran. Lebih lanjut upaya pengembalian modal akibat proses menjadi guru karena kolusi, termotivasi oleh banyaknya anggaran yang dikeluarkan menimbulkan perhitungan untung rugi, dan akhirnya mencari peluang mengembalikan modal terlebih dahulu meski dengan cara yang dilarang dll. Kesemuanaya akhirnya mempengaruhi kinerja dan target pengajaran yang dilakukan..

Bisa jadi ada satu di antara ribuan guru menjadikan mengajar sebagai kesenangan dan menjadi bagian intrinsik dari psikologisnya, tapi bagi saya itu tidak meyakinkan. Terbukti banyak guru akhirnya berlomba memanipulasi data jam mengajar hanya karena ingin lulus sertifikasi.

Motivasi ekstrinsik guru
Ilustrasi. Sumber dokumen pribadi

Banyak guru berperilaku timpang hanya ingin anak didiknya lulus 100% saat Ujian Nasional, agar lepas dari hukuman predikat “gagal.” Dan masih banyak akibat motivasi ekstrinsik yang sudah fundamental dalam diri seorang guru.

Pemahaman itu, oleh pakar pendidikan kemudian dirumuskan dalam bentuk pendidikan yang menyenangkan.

Seorang anak, akan mudah melakukan sesuatu melalui motivasi ekstrinsik, tapi sebaiknya menghentikan motivasi itu jika tidak sanggup membentuk motivasi intrinsik dalam dirinya. Karena kelak mereka akan menjadi guru.

Komentar
Loading...