Jika Terjadi Perang Iran vs AS; Siapa Menang?

Perang Iran vs AS

Serangan udara militer Amerika Serikat (AS) yang menewaskan seorang komandan penting Iran, telah membuka kran perang Iran vs AS. Departemen Pertahanan AS dalam sebuah pernyataan pers mengatakan bahwa, mereka bertanggungjawab atas kematian Qassim Suleimani. Menurut mereka, hal itu adalah tindakan defensif untuk melindungi personel AS di luar negeri.

Suleimani adalah komandan militer penting pasukan militer Iran di Irak, Suriah, Libanon dan seluruh Timur Tengah. Kematiannya dipastikan meningkatkan ketegangan antara AS dan Iran dan mengarah ke perang habis-habisan.

Ayatullah Ali Khamenei, pimpinan tertinggi kharismatik Iran menetapkan tiga hari berkabung nasional dan mengirim pesan kepada Pentagon, berjanji akan membalas tindakan militer AS itu. Bahkan Menteri Pertahanan Iran bersumpah akan ada pembalasan yang sangat besar konsekuensinya. Menakutkan, karena jika Iran dan AS berperang, akan memicu perang dunia III.

Jika terjadi perang Iran vs AS, siapa menang?

Sebenarnya ini adalah pertanyaan konyol, karena peperangan hanya menghasilkan kehancuran. Korban akan berjatuhan, dan dampaknya bukan hanya kepada negara yang berperang saja. Banyak ekonom bahkan memperkirakan jika perang Iran vs AS terjadi, maka bahan bakat minyak akan naik.

Mari kita lihat perbandingan dari sisi personel, angkatan bersenjata darat, laut, dan udara, serta semangat perang kedua negara ini

Personil angkatan bersenjata Iran dan AS

Dari sisi kekuatan angkatan bersenjata, di atas kertas AS jauh mengungguli Iran. Iran memiliki 890.000 personel. 525.000 personel aktif dan sisanya cadangan. Militer AS memiliki 2.146.000 personel. 1.281.900 bekerja sebagai personel aktif dan sisanya cadangan. Selain perbandingan yang sangat jauh itu, AS juga sangat royal dalam hal anggaran militer.

Amerika Serikat menganggarkan kurang lebih $ 205 miliar ke angkatan laut, angkatan udara pada 204,8 miliar. $ 191,4 miliar digunakan untuk personil, dan $ 116,6 miliar akan digunakan untuk proyek pertahanan, penelitian, pengembangan, pengujian dan evaluasi, dan dana cadangan sebesar $ 292,7 miliar.

perang-iran-ASAngkatan darat Iran dan AS

Militer Iran dilaporkan memiliki 621 altileri lengkap, 1.600 tank, sekitar 1.000 rudal strategis yang dikendalikan oleh Garda Revolusi. Rudal itu terdiri dari 300 rudal balistik jarak pendek, termasuk Shahab-1 (Scud-B), Shahab-2 (Scud-C), serta Tondar-69 (CSS-8). Rudal balistik jarak menengah Shahab-3, dengan jangkauan yang dilaporkan hingga 1.000 km atau 620 mil. Rudal Ghadr-1 dengan perkiraan Rentang 1.600 km atau 995 mil dan varian Shahab-3 yang dikenal sebagai Sajjil-2 dengan yang dilaporkan jangkauan hingga 2.400 km atau 1490 mil.

Angkatan darat AS adalah Angkatan Darat yang paling ditakuti dunia. Selain jumlah personel yang sangat banyak, AS memiliki kurang lebih 1.322 altileri lengkap, 9000 tank, dan 42.000 kendaraan lapis baja. Beberapa kendaraan lapis baja terbaru adalah 15 KC-46 Tanker dan transportasi militer strategis juga B-21 stealth Bomber.

perang-iran-dan-ASAngkatan Laut Iran dan AS

Opini Terkait
1 daripada 61

Angkatan Laut Iran memiliki sekitar 400 kapal yang beroperasi terutama dalam jarak 50 km atau 31 mil zona pengecualian. Sebagian besar armada terdiri dari kapal-kapal patroli kecil yang terpisah, yang dirancang untuk memblokir Selat Hormuz. Kapal selam andalan Iran adalah kelas Diesel-listrik Rusia yang mampu mengakomodir sekitar 2.325 ton.

Beda dengan Iran, secara kuantitas, AS lebih unggul dengan 10 kapal induk, 32 kapal selam, 18 kapal selam rudal Balistik, 66 kapal perusak kelas Arleigh Burke dan 22 kapal penjelajah, dan semuanya menggunakan teknologi mutakhir.

perang-iran-dan-AS-1Angkatan Udara Iran dan AS

Angkatan Udara Iran memiliki lebih dari 300 pesawat generasi ke-3 dan ke-4. Sekitar 241 pesawat tempur kelas Northrop F5s buatan AS, F-4 Phantom II, Grumman F-14 dan Rusia buatan Sukhoi Su-22, Sukhoi Su-24, dan MiG-29.

Dari sisi akurasi rudal, banyak catatan militer menyebutkan kalau Iran mengungguli AS, terutama dengan akurasi F 35 Joint Strike Fighter, generasi terdepan dari Mig 29 yang sangat sulit dideteksi. Hal ini dibuktikan saat serangan udara Israel di Suriah, serangan udara bisa dihindari dan Israel tidak bisa mendeteksi.

Namun demikian, AS disebut-sebut memiliki angkatan udara paling kuat di dunia, dengan kekuatan armada F-22 Raptors, F-15E Strike Eagles, Super/F-A-18E/F Super Hornets dan F-16 Fighting Falcons.

perang-iran-dan-AS-2Semangat perang

Dalam peperangan, perkelahian, bahkan perseteruan kecil, semangat sangat menentukan siapa pemenangnya. Jika melihat semangat antara Iran dan AS, kelihatanya Iran lebih bersemangat. Iran tentu tidak terima kematian panglima perangnya yang diserang bukan di arena perang. Semangat inilah yang membuat nyali lebih besar. Ada semangat membalas kezaliaman di balik itu.

Pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei, di depan puluhan Jenderal dan petinggi militer dalam rapat darurat Dewan Tinggi Keamanan Negara Iran membakar semangat dengan mengutip ayat al-Quran surah an-Nisa ayat 104;

وَلاَ تَهِنُواْ فِي ابْتِغَاء الْقَوْمِ إِن تَكُونُواْ تَأْلَمُونَ فَإِنَّهُمْ يَأْلَمُونَ كَمَا تَأْلَمونَ وَتَرْجُونَ مِنَ اللّهِ مَا لاَ يَرْجُونَ وَكَانَ اللّهُ عَلِيمًا حَكِيمًا

“Janganlah kamu berhati lemah dalam memburu mereka, jika kamu menderita sakit, maka ketahuilah bahwa mereka juga menderita sakit sebagaimana yang kamu rasakan, sedang kamu masih dapat mengharapkan dari Allah apa yang tidak dapat mereka harapkan, Allah maha mengetahui lagi Maha Bijaksana”.

Iran telah menderita selama 41 tahun ini! Tak boleh ada yang menghalangi kami untuk membalaskan perlakuan kejam Amerika terhadap Jenderal kami yang diundang resmi ke Negara yang berdaulat lewat Bandara Udara Sipil!”

Bagaimana dengan Amerika? Sampai detik ini, belum ada pernyataan yang bisa dinilai sebagai bentuk semangat terutama semangat dalam menghadapi perang.

Amerika Serikat terlihat unggul dari sisi kekuatan militer. Tapi Iran memiliki semangat kuat untuk memberikan perlawanan. Jika terjadi perang Iran vs AS, siapa yang akan menang? Pertanyaan retoris, jangan dijawab! Mari sama-sama berdoa, agar tidak terjadi apa-apa.

Loading...