Premanisme Politik dan Cara Menghadapinya

Penyakit premanisme tumbuh seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk di sebuah daerah, sehingga diperlukan ketegasan dari aparat untuk menuntaskannya. Premanisme modern kini turut meng-update pola premanisemenya seiring dengan ke-modern-an. Premanisme modern mulai merambah ke penguasaan media dengan keikutsertaan dalam kancah persaingan politik.

Penangkapan para preman oleh aparat kepolisian beberapa waktu lalu, cukup menjadi kado HUT Bhayangkara dan sedikit banyaknya mengangkat citra kepolisian di mata masyarakat yang kian menurun. Betapa tidak, masyarakat kian resah dengan ulah preman. Dan yang paling memerihatinkan, pola premanisme politik mulai merambah ke wilayah elit perpolitikan dalam negeri.

Belum lama kita dikejutkan oleh aksi premanisme melalui penyerangan salah satu media di Makassar. Gaya preman yang dipakai dalam penyerangan ini, jelas bermuatan politis. Pasalnya, atribut yang dipakai adalah atribut salah satu kandidat calon pilwakot Makassar.

Dalam kisruh perpolitikan, kekuatan premanisme tidak bisa dipandang sebelah mata. Kelompok preman yang mutlak memakai sitem vertikal mengindikasikan penguasaan hanya pada ketua kelompok preman saja. Siapa yang menguasai ketua salah satu kelompok preman, maka seluruh anggotanya dengan mudah dijadikan alat ketercapaian politik.

Dipahami bahwa salah satu persoalan dalam kehidupan demokrasi adalah banyaknya kepentingan politik yang pasti akan berbenturan satu sama lain.

Hadirnya premanisme dalam kancah politik berarti menghadirkan minimal satu kepentingan politik lagi, yaitu kepentingan preman. Ini berarti jika salah satu kontestan politik berhasil meraih kedudukan politisnya, maka wajib baginya mengakomodir kepentingan para preman.

Walhasil, bagaimanapun kiprah aparat kepolisian dalam memberantas aksi premanisme, pasti akan terkendala nantinya oleh para pejabat yang menduduki jabatannya dengan pola premanisme politik. Benturan kepentingan aparat untuk menjalankan tugas pokok dan fungsinya dengan benturan kepentingan politik dari premanisme politik tak dapat dihindarkan.

premanisme politik

Bagaimana cara mengantisipasi pola premanisme politik?

Salah satu kelemahan masyarakat secara umum dalam menghadapi kebiadaban premanisme adalah menghindar, dan mencari aman. Padahal untuk melawan aksi premanisme menuju masyarakt yang lebih bermartabat, semestinya masyarakat bahu membahu, bersatu dan berperan aktif dalam aksi melawan premanisme.

Masyarakat harus sadar, dan aktif melawan preman, dan bisa saja melalui perlawanan non-fisik di tengah keterbatasan aparat kepolisian yang tak ideal dari sisi kuantitas.

Dalam kancah politik di mana rakyat memiliki hak untuk menentukan siapa wakil dan pemimpinya di bilik suara, menuntaskan preman bisa menjadi landasan berpikir siapa yang akan dicoblos, dicontreng atau dipilihnya. Intinya, hindari mereka yang melakukan deragan politik yang menggunakan gaya premanisme, karena hal itu bagian dari premanisme politik.

Berikan Komentar

Alamat email bersifat pribadi