Prinsip-prinsip Penelitian Tindakan Kelas

Memahami prinsip-prinsip apabila sedang melakukan penelitian tindakan kelas bertujuan agar informasi atau kejelasan tidak menyalahi kaidah yang ditentukan. Adapun prinsip-prinsip tersebut adalah:

Kegiatan nyata dalam situasi rutin

Kegiatan penelitian dalam situasi rutin, menjamin otentifikasi hasil yang lebih dapat dipertanggungjawabkan. Oleh karena itu penelitian tindakan kelas mesti dengan jadwal dan waktu yang tetap.

Kesadaran untuk memperbaiki

Setiap manusia tidak suka atas hal-hal yang statis, tetapi selalu menginginkan sesuatu yang lebih baik. Peningkatan dengan memperbaiki dilakukan terus-menerus sampai tujuan tercapai, tujuan yang tercapai kemudian akan tetap bersifat sementara, karena dilanjutkan lagi dengan keinginan yang, dan seterusnya. Penelitian tindakan kelas dilakukan bukan karena ada paksanaan atau permintaan dari pihak lain, tetapi harus atas dasar sifat manusiawi yang selalu belum puas terhadap segala hal.

Menggunakan analisis SWOT

SWOT, terdiri dari unsur-unsur S (strength) kekuatan, W (weaknesses) kelemahan, O (opportunity) kesempatan, dan T (threat) ancaman. Berpijak pada SWOT, penelitian tindakan kelas dilaksanakan hanya apabila ada kondisi guru dan siswa sejalan, dan diterapkan dari sudut pandang guru yang melaksanakan maupun siswa yang dikenai tindakan.

Empirik dan sistemik

Sebenarnya prinsip ini adalah penerapan dari prinsip ketiga, analisis SWOT. Apabila guru melakukan penelitian tindakan kelas, sudah mengikuti prinsip empirik (terkait dengan pengalaman) dan sistemik, maka hasil penelitian nantinya akan lebih jelas.

SMART dalam perencanaan

SMART artinya cerdas, akan tetapi dalam proses perencanaan kegiatan penelitian tindakan kelas, SMART merupakan singkatan dari lima huruf; S (Specific) khusus, tidak terlalu umum, M (Managable) dapat dikelola, dilaksanakan, A (Acceptable) dapat diterima lingkungan, bisa juga Achievable, dapat dicapai, dijangkau, R (Realistic), operasional, tidak di luar jangkauan dan, T (Time bound) diikat oleh waktu, atau terencana

Tidak populer, tetapi cemerlang

Penelitian tindakan kelas menunjukkan tindakan yang diberikan kepada siswa berbeda dari apa yang sudah biasa dilakukan. Contoh; Jika biasanya metode belajar dengan kelompok, dan ceramah, maka harus mencoba metode lain sebagai bagian dari penelitian yang dilakukan. Dasar pemilihan hal tidak populer itu adalah tindakan yang diperkirakan dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Terpusat pada proses, bukan hasil

Penelitian tindakan kelas bertujuan untuk memperbaiki atau meningkatkan hasil, dengan mengubah cara, metode, pendekatan atau strategi yang berbeda dari biasanya. Cara, metode, pendekatan atau strategi tersebut berupa proses yang harus diamati secara cermat, dilihat kelancarannya, kesesuaian dengan dan penyimpangannya dari rencana, kesulitan atau hambatan yang dijumpai, dan lain-lain aspek yang berkaitan dengan proses. (baca: pengertian penelitian tindakan kelas)

Sejauh mana proses ini sudah memenuhi harapan, barulah dikaitkan dengan hasil setelah satu atau dua kali tindakan berakhir. Dengan kata lain, dalam melaksanakan penelitian, peneliti tidak harus selalu berpikir dan mengejar hasil, tetapi mengamati proses yang terjadi. Hasil yang diperoleh merupakan hanyalah dampak dari prosesnya.

Komentar
Loading...