Rahasia Uang; Mengenal Uang Lebih Dalam

Rahasia Uang

Uang, duit, money, fulus, dan seabrek kata yang mewakili uang. Uang masuk dalam daftar 5 kata yang paling diminati di dunia, bersama cinta, wanita, tahta dan Tuhan. Pilih harta atau uang? Ternyata kebanyakan memilih uang. Entah kenapa seperti itu. Mungkin karena simbol harta adalah uang.

Meski bentuknya biasa-biasa saja, hanya secarik kertas atau sekeping logam, namun uang adalah objek yang paling dicari. Uang ada di mana-mana, karena semua mencari uang. Muncullah istilah “niga cacca dui e?” Siapa sih yang tak suka uang?

Uang memang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Uang bisa mengubah segala hal; perilaku sifat manusia, tatanan sosial, kepribadian, bahkan uang bisa mengubah agama dan keyakinan seseorang. Banyak yang berkata, andai dalam kekuasaan tidak ada uang, tidak ada orang yang ingin jadi pejabat dan berkuasa.

Uang menjadi patokan derajat manusia. Demi uang banyak yang tidak menghargai orang lain, mengucilkan bahkan orang tua sendiri. Suami isteri berpisah karena uang. Saling benci sesama saudara dan keluarga, anak dan orang tua, semua karena uang.

Tanpa sadar manusia merasa lebih butuh uang dibanding pencipta alam semesta. Bangun tidur, berpikir tentang uang. Mau tidur kembali memikirkan uang. Tanpa sadar manusia menyembah uang, menjadi hamba atas uang.

***

Jika kebetulan Anda berada dalam satu atau sebagian kalimat pada lima paragraph di atas, maka berhentilah karena Anda terpedaya oleh uang. Mari kita melihat uang lebih dalam dengan menjawab kondisi itu satu persatu.

Pertama, carilah kebahagiaan sebagai target utama bukan uang. Maksudnya jangan mencari uang? Bukan begitu! Andai hanya ada dua pilihan, uang atau bahagia, Anda pilih apa?

Alat mencari kebahagiaan bukan semata-mata dengan uang. Uang jika menjadi alat mencari kebahagiaan, silahkan cari, tapi fokus bukan pada uang. Karena jika fokus pada uang, maka kebahagiaan tidak akan ditemukan. Berbeda jika fokus pada kebahagiaan, banyak jalan dan alat akan terbuka termasuk uang sebagai alat. Uang didapatkan, bahagia juga demikian.

Orang yang fokus mencari uang, pasti lupa bersyukur. Tapi orang yang fokus mencari kebahagiaan, maka pasti rajin bersyukur, karena dalam syukur dia akan menemukan kebahagiaan.

Kedua, uang adalah objek yang paling dicari, tapi semakin mencari uang, maka uang yang didapatkan akan terasa selalu kurang. Selalu saja muncul kata andai, dan maka setiap berhasil mendapatkan uang.

Opini Terkait
1 daripada 123

Misalnya, saat butuh uang 10 juta lalu berusaha dengan mencari uang di Facebook sampai dapat. Saat mendapatkan, muncul pikiran, Andai 11 juta maka yang sejutanya akan… begitu seterusnya.

Ketahuilah uang adalah alat maka uang hanya dibutuhkan pada porsinya saja. Keliru mengatakan “tidak ada yang tidak suka uang.” Pada kondisi tertentu bahkan kita berharap uang jangan ada dan tak perlu ada.

Saat terapung di tengah lautan tak bertepi dan akan tenggelam. Lalu diberikan dua pilihan, pelampung atau uang logam satu karung? Atau saat kebakaran, Anda butuh air untuk memadamkan api atau uang dollar kertas satu kontainer? Pilih mana?

Ketiga, uang bisa mengubah sifat manusia. Baik menjadi buruk, dst, ketika menempatkan uang melebihi porsinya, dan tidak beriman akan kuasa Tuhan sebagai pencipta.

Manusia diciptakan oleh yang Maha Baik dengan fasilitas rezeki yang sudah disipakan. Syaratnya hanya dua; cari yang baik dengan cara yang baik dan berdoa. Apa yang disiapkan Tuhan itu bukan uang, tapi rezeki yang jauh lebih luas dari sekedar uang. Rezeki bisa saja bentuknya bukan uang. (baca; uang, gaji dan rezeki)

Rahasia Uang
Ilustrasi Uang

Keempat, semakin Anda mengejar uang, maka uang juga akan bergerak menjauh. Sebaliknya, uang ibarat sesuatu yang dekat dan terlalu dekat dari mata, sehingga mata tak mampu melihatnya. Maksudnya?

Ilustrasinya seperti ini; dekatkan tangan Anda di depan mata, semakin dekat, tangan itu tidak akan terlihat. Jauhkan tangan itu sedikit saja. Buat jarak, agar tangan bisa terlihat dengan jelas.

Agama mengajarkan kita lima waktu rehat sejenak sambil mengadu kepadaNya, untuk menjaga jarak uang tidak terlalu dekat dengan mata kita. Salah satu hikmahnya agar uang itu lebih jelas terlihat.

Kelima, uang hanya bisa membela pada posisi tertentu dan pada waktu tertentu. Uang tidak bisa membela di hari kemudian. Ketika ada yang mencari uang melalui internet misalnya, lalu bersedekah, infak, zakat, maka dia lepas dari penghambaan terhadap uang.

Stop menghamba pada uang!

Loading...