Review Rancangan KUHP dengan Metode Andai-Andai

Review Rancangan KUHP

Saya sudah melihat Rancangan KUHP yang kemudian menjadi sorotan banyak orang. Mahasiswa turun jalan protes, mereka berorasi dan anak STM mengeksekusi. Saya melihat lagi 628 pasal, lalu membaca lagi, mengulang dan berusaha memahami 36 bab pasal per pasal dengan metode dan gaya berbeda.

Awalnya saya membaca Rancangan KUHP ini dengan berusaha berbaik sangka. Keesokan harinya, Rancangan KUHP kutelaah lagi dengan menggunakan buruk sangka. Akhirnya hari ini saya menulis hasil review saya dengan metode andai-andai.

Metode andai-andai hanya istilah saja. Sebenarnya bentuk tulisan ini hanya pemaparan pasal tertentu dari Rancangan KUHP lalu berandai-andai dengan kejadian yang mungkin saja bisa terjadi sehubungan dengan pasal tersebut. Bahwa dampak dari produk hukum akan dirasakan masyarakat terutama jika pasal menyebut salah satu profesi atau bagian dari profesi tertentu.

Tak perlu terkecup eh terkejut, kalau metode andai-andai dalam review Rancangan KUHP ini mencerminkan pemahaman saya terhadap pasal per pasal yang akan disebutkan, sehingga melahirkan cerita Beddu. Bagaimana kalau Beddu begini dan bagaiamana kalau Beddu begitu dan seterusnya. Tentu akan menarik kalau hal itu didiskusikan lebih lanjut. Penulis bukan ahli hukum, hanya bisa membaca produk hukum. Paham atau tidak, mari kita berandai-andai lagi.

Dari keseluruhan Rancangan KUHP, saya bagi menjadi; pasal aneh, pasal lucu, pasal membingungkan dan pasal yang sangat bagus sekali. Pasal aneh adalah pasal yang membuat alis saya mengernyit karena merasa aneh setelah membacanya. Pasal lucu adalah pasal yang membuat saya tersenyum geli setelah mencoba memahaminya. Pasal membingungkan adalah pasal yang membuat saya bingung dan melahirkan kalimat “bagaiamana kalau” secara beruntun. Dan terakhir, pasal yang sangat bagus sekali. Pasal ini, semoga segera disahkan.

Pasal aneh pada Rancangan KUHP

Ada pasal yang saya anggap aneh terkait penyadapan. Pasal 257

Setiap Orang yang secara melawan hukum memasang alat bantu teknis pada suatu tempat tertentu dengan tujuan untuk dapat mendengar atau merekam suatu pembicaraan dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.

Bagaimana dengan CCTV. Di toko atau lagi merekam percakapan saat menelepon karena itu percakapan penting sebagai dokumen di kemudian hari?

Pasal yang membuat saya juga merasa bingung, yaitu pada Pasal 356

Setiap Orang yang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan melawan seorang Pejabat yang sedang menjalankan tugas yang sah, atau orang yang menurut kewajiban berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan atau berdasarkan perintah yang sah dari Pejabat dipidana karena melakukan perlawanan terhadap Pejabat, dengan pidana penjara paling lama 2 (dua) tahun atau pidana denda paling banyak kategori III.

Dulu saya sering mendengar kalimat, “kenapa, mau melawan petugas? Kalau pasal ini diberlakukan, maka akan terdengar kalimat, “kenapa, mau melawan pejabat? Hehehe bingung kan…

Pasal lucu pada Rancangan KUHP

Kalau pasal yang lucu dan membuat saya tertawa geli, mungkin banyak yang sudah menebak. Taraaa… Pasal 479

Setiap Orang yang dengan Kekerasan atau Ancaman Kekerasan memaksa seseorang bersetubuh dengannya dipidana karena melakukan perkosaan, dengan pidana penjara paling lama 12 (dua belas) tahun.

Termasuk Tindak Pidana perkosaan dan dipidana sebagaimana dimaksud pada ayat (1) meliputi perbuatan: persetubuhan dengan seseorang dengan persetujuannya, karena orang tersebut percaya bahwa orang itu merupakan suami/istrinya yang sah

Saya merasa lucu karena yang menggagas ini kemungkinan belum pernah merasakan nikmatnya nganu dengan sedikit kekerasan. Lagian emang bisa kalau nggak keras? Wajib keras tak pakai ancaman keras. Ancaman kekerasan bahasa yang samar maksud, makna dan bentuknya. Akhirnya jadi semau gue. Lucu…

Pasal lucu yang kedua yakni pada bagian minuman dan bahan yang memabukkan, Pasal 429.

Setiap Orang yang menjual atau memberi minuman atau bahan yang memabukkan kepada orang yang sedang dalam keadaan mabuk dipidana dengan pidana penjara paling lama 1 (satu) tahun atau pidana denda paling banyak kategori II.

Opini Terkait
1 daripada 68

Bagaiaman kalau ada orang yang menjual kepada orang yang sedang tidak mabuk? Pembeli datang nih, “kamu mabuk?”

“Iya”

“Kalau gitu jangan beli dulu. Saya akan menjual nanti setelah kamu tidak mabuk.”

Sebenarnya objek hukum di sini penjual atau pembeli? Lucu

Pasal membingungkan pada Rancangan KUHP

Andai-andai saya sepertinya sudah over, sehinga Pasal 278 mengenai unggas melahirkan pertanyaan yang membingungkan bagi saya. Bunyi pasalnya begini:

Setiap Orang yang membiarkan unggas yang diternaknya berjalan di kebun atau tanah yang telah ditaburi benih atau tanaman milik orang lain dipidana dengan pidana denda paling banyak kategori II.

Bagaimana andai yang masuk dan merusak tanaman milik orang lain bukan unggas tapi kucing atau anjing? Ini pasal unggas atau pasal hewan, atau pasal kepemilikan hewan. Bunyinya kok membingungkan.

Pasal membingungkan kedua terkait tindak pidana terhadap Agama, yaitu pada Pasal 304

Setiap Orang di muka umum yang menyatakan perasaan atau melakukan perbuatan yang bersifat permusuhan atau penodaan terhadap agama yang dianut di Indonesia dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun atau pidana denda paling banyak kategori V.

Poin pentingnya di muka umum, menyatakan perasaan dan perbuatan bersifat permusuhan. Andai pasal ini sudah berlaku, Ustad Abdul Somad kena pasti.

Yang membingungkan, bagaimana andai yang dilakukan sesorang adalah menyampaikan ajaran agamanya sendiri, di muka umum, tapi di rumah ibadah sendiri, dan disampaikan dengan penuh penghayatan. Itu ibadah loh. Bukankah negara menjamin kebebasan menjalankan agama sesuai agama dan kepercayaannya

Ilustrasi

Hal Berbahaya pada Rancangan KUHP

Hal berbahaya dari keseluruhan rancangan KUHP ini adalah bahwa hampir semua pasal ancaman hukumannya dengan kategori I sampai VIII yang mana maksud kategori tersebut adalah nilai uang. Kategori I, Rp1.000.000,00 (satu juta rupiah); kategori II, Rp10.000.000,00 (sepuluh juta rupiah); kategori III, Rp50.000.000,00 (lima puluh juta rupiah); kategori IV, Rp200.000.000,00 (dua ratus juta rupiah); kategori V, Rp500.000.000,00 (lima ratus juta rupiah); kategori VI, Rp2.000.000.000,00 (dua miliar rupiah); kategori VII, Rp5.000.000.000,00 (lima miliar rupiah); dan kategori VIII, Rp50.000.000.000,00 (lima puluh miliar rupiah).

Aroma kapitalis materialis sangat kental di rancangan KUHP ini. Maksudnya, bagi yang berduit, melakukan tindak pidana bukanlah sesuatu yang memberatkan baginya. Bahkan jika hal itu masuk kategori pengulangan ancamannya bisa dengan minimal kategori III. Orang kaya melakukan tindak pidana, denda kategori apa saja, santai mereka. Nah orang miskin?

Terakhir adalah pasal yang bagus sekali dan tolong disahkan segera. Banyak, terutama terkait asusila, perzinahan, narkotika, teroris. Nah, pasal teroris ini sangat menarik. Jauh sekali dari kesan mendiskreditkan suatu agama. Definisinya mantap.

Oke. Bagi mahasiswa, teruslah berjuang. Bagi mahasiswi berjuanglah terus. Dan bagi dosen dan rektor, jangan takut ya…

Loading...