Ringkasan Kehidupan Fatimah az-Zahra (Bag. 2)

Fatimah binti Rasulullah saw, melebihi wanita di masanya dalam hal kemuliaaan dan keturunan. Fisik dan akhlaknya sangat elok, sangat sempurna menurut ukuran manusia. Fatimah tumbuh di dalam rumah Nabi saw. Dia belajar memperoleh pendidikan dari ayahnya. Fatimah tumbuh dan menjadi contoh teladan dalam sifat-sifatnya yang agung. Dia menyandang secara sempurna sifat-sifat seperti rasa kemanusiaan, tanggung jawab, harga diri, kesucian, kepedulian sosial, kecerdasan dan berilmu pengetahuan yang luas.

Dewasa ini Fatimah umumnya diberi gelar “az-Zahra” diakhir namanya. Gelar itu adalah salah satu dari nama panggilan Fatimah putri Rasulullah. Abu Abdillah mengatakan, “Fatimah memiliki sembilan nama di sisi Allah swt, yaitu Fatimah, ash-Shiddiqah, al-Mubarakah, ath-Thahirah, az-Zakiyyah, ar-Radhiyyah, al-M ardhiyyah, al-Muhaditsah, dan az-Zahra.” Berikut penjelasan secara detil;

Fatimah

Mengenai pemberian nama Fatimah, Diriwayatkan dalam al-Bihar, bahwa Muhammad al-Baqir mengatakan, “Ketika Fatimah dilahirkan, Allah mewahyukan kepada seorang malaikat agar mengucapkan nama Fatimah dengan lidah Muhammad. Kemudian Allah swt berfirman, “Aku telah menganugerahkan kepadamu pengetahuan dan melindungimu dari haid.”

Ash-Shiddiqah

Salah satu nama Fatimah adalah Shiddiqah yang berarti seorang perempuan dengan kejujuran atau ketulusan yang sangat. Lebih jauh, beberapa makna lain dari kata shiddiqah adalah Ia yang percaya kepada perintah-perintah Allah dan Nabi-Nya tanpa meragukan satupun perintah itu.

Al-Mubarakah

Barakah bermakna pengandaan, kebahagiaan yang sangat, dan kelimpahan. Allah telah mengganjar Fatimah dengan nikmat yang beiimpah, dan menganugerahkan rahmat-Nya yang abadi. Bila kita meninjau sejarah, bahwa ketika wafat Fatimah meninggalkan dua orang putra dan dua orang putrid, yaitu Hasan dan Husein, Zainab dan Ummi Kultsum. Namun ketika peristiwa Karbala tejadi, Husein dan anak-anaknya mencapai kesyahidan.

Ath-Thahirah

Salah satu nama Fatimah adalah Ath Thahirah yang artinya suci atau murni. Makna ini terkait dengan ayat: “Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kalian, hai ahlulbait, dan menyucikan kalian sesuci-sucinya.” (QS. Al Ahzab: 33)

Walau demikian, tak bisa dipungkiri bahwa ayat yang dikenal dengan ayat penyucian ini sedikit sekali ulama yang menyepakatinya. Sebagian membela sudut pandang bahwa ayat ini mencakup para istri Nabi karena urutan ayat-ayat disekitarnya mengandung pembicaraan tentang mereka. Sebagaimana Ath Thabari menyatakan bahwa ayat ini diturunkan bagi lima orang yang disucikan (Nabi, Ali, Fatimah, Hasan dan Husain). Umar juga menuturkan bahwa Ummu Salamah mengatakan, “Rasulullah menyelimuti Fatimah, Ali, Al Hasan dan Al Husain termasuk dirinya sendiri dengan kain dan membacakan ayat tersebut.” Ummu Salamah lalu menambahkan, “Jadi aku datang untuk bergabung dengan mereka ketika Nabi berkata tetaplah di tempatmu, engkau akan mempunyai akhir yang baik.”

Opini Terkait
1 daripada 40

Az-Zakiyyah

Kata Tazkiyyah berarti menyucikan. Sayyidah Fatimah adalah wanita yang selalu menjaga kesucian dirinya dari semua dosa.

Ar-Radhiyyah

Ar-Radhiyyah artinya ridha atas apa yang telah ditetapkan Allah. Fatimah Az-Zahra selalu ridha dengan apapun yang telah ditetapkan Allah atasnya dengan berbagai penderitaan sejak dia lahir sampai kesyahidannya di usia muda.

Al-Mardhiyyah

Mardhiyyun (orang yang diridhoi) adalah tingkat yang istimewa dan merupakan kedudukan yang agung di sisi Allah. Fatimah Az-Zahra adalah orang yang mampu mencapai kedudukan ini dengan istiqomah dan ketulusan. Ia mencapai tingkat ini lewat perbuatan baiknya yang menyenangkan Allah dan membuat-Nya ridha terhadapnya.

Riwayat hidup fathimah azzahraAl-Muhaditsah

Muhaditsun bisa berarti orang-orang yang menggumamkan kata-kata yang benar dan cermat, yang disapa oleh malaikat atau yang pandangannya sejalan dengan kebenaran.

Zaid bin Ali berkata, “Kudengar Abu Abdillah (Imam Ja’far ash Shadiq) berkata, “Fatimah disebut muhaditsah karena para malaikat turun dari surga dan memanggilnya sebagaimana mereka memanggil Maryam binti Imran dan berkata, Wahai Fatimah! Allah telah memilihmu di atas perempuan segala bangsa.”

Az-Zahra

Dalam Biharul Anwar, sebagaimana dikutip oleh Abu Muhammad Ordoni, Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya putriku Fatimah adalah penghulu kaum perempuan dari awal hingga akhir zaman. Fatimah adalah bidadari berwujud manusia, yang kapanpun mendirikan shalat di hadapan Tuhannya sinarnya menerangi langit bagi para malaikat, seperti bintang-bintang menyinari manusia di bumi.” Riwayat ini menjelaskan alasan mengapa Fatimah diberi nama Az-Zahra yang memiliki arti sesuatu yang berkilauan.

(bersambung ke bagian 3)

Loading...