Sakit Hati dan Penyakit Hati

Sakit hati yang saya maksud dalam artikel ini bukan sakit hati jasmani, seperti liver dan kawan kawannya, tapi sakit hati yang ada pada diri, hati dan perasaan manusia.

Antara penyakit hati dan sakit hati terdapat sedikit perbedaan. Penyakit hati adalah istilah atau sifat yang sudah mendekam dalam hati manusia. Sedangkan sakit hati berbentuk rasa tidak suka pada orang lain, rasa membenci orang lain, dsb.

Sakit hati yang ada pada perasaan manusia otomatis akan menjadi cikal bakal penyakit hati. Oelhnya itu, kita perlu mengenal jenis penyakit hati terlebih dahulu.

Jenis penyakit hati

Semua manusia berpotensi berpenyakit hati. Olehnya itu, kita harus waspada, jangan sampai tanpa kita sadari, penyakit hati itu sudah ada pada hati dan perasaan kita. Berikut ini beberapa penyakit hati yang biasa terjadi pada manusia dan berbahaya jika dibiarkan begitu saja.

Pertama, jenis iri dan dengki. Iri adalah orang rasa tidak suka kepada orang lain jika orang lain itu mengalami kebahagiaan. setingkat di atasnya, dengki lebih parah lagi.

Dengki bukan sekedar tidak senang jika seseorang mendapatkan kebahagiaan, tapi orang yang berpenyakti dengki juga akan berusaha dan berharap agar kebahagiaan hilang darinya.

Kedua, sombong dan takabbur. Sombong adalah sifat merendahkan orang lain. Sedangkan takabbur, merasa lebih dari yang lain. Orang yang takabbur dipatikan sombong. Meski kadang ada sifat memandang rendah orang lain tapi dia tidak merasa lebih hebat dari orang itu.

“Saya lebih baik darinya. Saya terbuat dari api dia dari tanah.” Ungkapan iblis di hadapan Tuhan ini adalah bentuk takabbur dan sombong, karena itulah dia dikeluarkan dari neraka

Ketiga, Riya dan ujub. Riya atau suka pamer adalah rasa untuk menunjukkannya pada orang lain untuk menunjukan rasa bangga dan lebih. Sedangkan Ujub adalah sifat yang suka membangga-banggakan diri atas apa yang ia miliki sementara. Sifat riya dan ujub bisa merusak hati dan sangat dilarang, karena sikap ria mendekati kesombongan.

Keempat, sifat bakhil atau kikir, yaitu penyakit hati dimana seseorang yang tidak mau atau memberikan sedikit hartanya pada orang yang membutuhkan sementara ia memiliki harta yang cukup untuk itu

Dampak sakit hati dan penyakit hati

Orang yang sakit hati terhadap orang lain, ternyata memiliki dampak meluas, sampai efek terhadap jasmani. Secara fisiologis, tubuh akan merespons dengan meningkatnya tekanan darah, keluarnya air mata, dan degup jantung berdetak dengan kencang.

Opini Terkait
1 daripada 127

Tak sampai di situ, orang yang sedang sakit hati akan berperilaku negatif dalam bentuk tindakan seperti berteriak, mengumpat, dan membanting.

Seperti halnya sakit hati, penyakit hati dengan jenis yang sudah disebutkan bisa merambah ke penyakit lain. Dalam bahasa agama, akan menambah rijs (kekufuran) pada manusia

وَأَمَّا الَّذِينَ فِي قُلُوبِهِمْ مَرَضٌ فَزَادَتْهُمْ رِجْسًا إِلَىٰ رِجْسِهِمْ وَمَاتُوا وَهُمْ كَافِرُونَ

Dan adapun orang-orang yang di dalam hati mereka ada penyakit, maka dengan surat itu bertambah kekafiran mereka, disamping kekafirannya (yang telah ada) dan mereka mati dalam keadaan kafir. (QS At Taubah ayat 125)

Sakit hati dan Penyakit hati

Tips menghadapi orang sakit hati dan berpenyakit hati

Orang yang sakit hati disebabkan dua hal. Sakit hati muncul karena bukan dari kita, atau disebabkan karena ulah kita sendiri sehingga orang tersebut sakit hati.

Jika orang merasa sakit hati karena memang kesalahan kita, maka cara menghadapinya adalah memahami apa yang dia rasakan, dan tidak merespon semua akibat sakit hatinya. Misalnya dia marah, jangan dibalas dengan marah pula.

Jika sakit hati itu muncul bukan dari diri kita, maka langkahnya adalah mengajak orang tersebut memahami latar belakang permasalahan yang tengah dihadapi. Lalu menunjukan rasa empait dan tidak menyalahkannya.

Langkah paling baik untuk orang yang sakit hati kepada kita baik yang disebabkan oleh diri kita sendiri atau karena di luar dari diri kita, adalah meminta maaf. Permohonan maaf tanpa menyebutkan kesalahan yang ia perbuat sebagai alasan mengapa kamu melakukan tindakan meminta maaf.

Sedangkan untuk penyakit hati, cara mengatasinya adalah memberikan kesadaran secara berkala kepada orang yang merasa iri, dengki, sombong, takabur, ria, dan ujub.

Biasanya orang yang berpenyakit hati juga disebabkan karena interaksi sosialnya kurang begitu bagus. Oelhnya itu, cara mengatasi orang yang berpenyakit hati adalah dengan mengajaknya berinteraksi dengan orang lain sebanyak mungkin.

Ajak dia ke majelis taklim, ke arisan, ketawa ketawa, dst. Dari situlah dia akan belajar, bahwa semua manusia memiliki kekurangan, termasuk dia juga memiliki kekurangan.

Loading...