Saran Buat Telkomsel; Saya Kesal !

Sebenarnya, jika melihat kualitas berbanding dengan provider lain dan kondisi tanah air, Telkomsel mungkin masih terbaik jauh dari beberapa pesaingnya. Hal ini bagi saya disebabkan Telkomsel lebih dulu hadir serta inovasi layanannya yang bervariasi.

Itulah sebabnya sangat mudah mendapatkan kartu perdana, pulsa dan hal lain terkait kebutuhan selular.

Layanan internet Telkomsel yang sering saya gunakan adalah Telkomsel Flash Unlimited 14 hari dengan biaya Rp. 50.000. paket ini memberikan kuota 500 MB dan setelah kuota itu habis, maka kecepatan loading diturunkan. Meski tergolong mahal dibanding tak menggunakan sama sekali, paket layanan Telkomsel ini lumayan memuaskan.

Tak lama berselang, seiring dengan kondisi keuangan dan rutinitas online menurun dan hanya pada waktu tertentu, saya pun beralih ke paket lain yaitu Telkomsel Ultima seharga Rp. 2.000 berlaku sehari. Dalam paket ini, sesuai iklan pengguna akan mendapatkan 5 MB dengan kecepatan maksimal 7.2 Mbps.

Dari paket itu ada dua yang membuat pelanggan fokus dan tertarik. Pertama, kuotanya, dan yang kedua adalah masa penggunaannya yang ditulis dengan bahasa 1 hari. Dari bahasa inilah kemudian pelanggan (saya) tertarik dan lupa dengan bahasa kuota. Padahal bahasa “1 hari” maksudnya jika kuota ultima belum habis. Dan parahnya, jika kuota habis, maka otomatis akan berlaku tarif normal meski tanpa pemberitahuan dari pihak Telkomsel.

Rabu, 13 Juli 2013-Mengantisipasi daerah yang sulit mendapatkan jaringan internet, saya mengisi kartu Telkomsel saya dengan pulsa Rp. 100.000.- Malamnya mendaftar paket Telkomsel Ultima harian via sms, dan setelah mendapat konfirmasi paket harian aktif, online dimulai. Sekitar 5 jam kemudian, browser memberi info tak mendapatkan jaringan, saya mulai curiga. Dengan *888# saldo saya cek, dan Alhamdulillah pulsa saya 0 rupiah. (5 jam pulsa 100.000 raib)

Opini Terkait
1 daripada 66

Dengan kesal saya berkicau di twitter atas kejadian ini, dan mendapat tanggapan dari akun twitter telkomsel. Banyak arahan dari adminnya, dan satu bahasa unik tertera; “Terima kasih atas sarannya, semoga bisa menjadi perbaikan layanan kami kedepannya.” Beberapa follower menimpali bahasa ini sebagai bahasa pejabat. Masuk akal karena kata “kedepannya” kerap dilontarkan para pejabat menghindari masalah yang dihadapi.

Apa yang menjadi harapan saya pada Telkomsel sederhana, buat apa memakai bahasa atau kata “unlimited, harian, mingguan,” kalau toh yang menjadi penentu adalah kuota?.

“Pelanggan akan mendapat sekian MB selama 7 hari demikian bunyi kalimat dari iklan Telkomsel.”

Tak ada yang salah dari kalimat itu, tapi sedemikian rupa mengecoh pelanggan dan tertarik dengan kuota sekian MB selama sekian hari dan lupa bahwa yang dimaksud adalah selama sekian hari jika kuota masih ada atau belum habis.

Semoga dengan celoteh saya ini, bisa membuat Telkomsel lebih memperbaiki diri, memperhatikan pelanggan, mempertahankan kepercayaan, dan tidak sekedar mengejar keuntungan bisnis semata.

Semoga kata “kedepannya” dari admin @Telkomsel benar-benar bisa terwujud meski entah kapan. Dan kepada pembaca yang kebetulan pengguna Telkomsel agar rutin membaca syarat dan ketentuan, syarat dan ketentuan ini bisa saja berubah tanpa pemberitahuan secara umum ke pelanggan.

Loading...