Sebaiknya Gaji 13 dan THR PNS, TNI, POLRI Dicairkan. Ini Dampak Positif dan Negatifnya

Gaji 13 dan THR PNS, TNI, POLRI Dicairkan

Ilustrasi gaji 13 dan THR harus cair

Wacana Gaji 13 dan THR bagi Pegawai Negeri Sipil, TNI, POLRI yang tidak akan dicairkan, menjadi bahan perbincangan baru dan ramai di media sosial. Pembicaraan mengenai hal ini lebih banyak muncul dari masyarakat yang justru bukan Pegawai Negeri Sipil.

Suara dari pelaku dalam hal ini PNS, sangat sedikit, yah paling dalam bentuk sindiran, opini fiksi atau tulisan curhat.

Sudah menjadi naluri seorang Abdi Negara. Pasal satu: pimpinan tidak pernah salah. Pasal dua: jika pimpinan salah, kembali ke pasal satu. Apalagi kalau kebijakan pimpinan tidak salah, benar dan tepat, hanya saja mungkin tidak sesuai harapan mereka.

Pandemi corona Covid 19 memukul rata tak pandang bulu, semua lini terkena imbasnya. Agama, sosial, ekonomi, semua kena. Sampai detik ini, hanya satu yang gembira dengan wabah Wuhan ini, yaitu para Narapidana yang dibebaskan dari tahanan karena kebijakan asimilasi.

Semua negara terancam! Jangan kata Indonesia, negara adidaya Amerika saja pontang panting menghadapi wabah ini. Setidaknya karena bukan hanya menyelesaikan masalah jangka pendek; yaitu masyarakat tidak terpapar, tapi juga jangka panjang bagaimana ekonomi bisa bertahan, bertumbuh, tidak drop sehingga menimbulkan krisis.

Negara butuh anggaran besar, itu pasti! Tapi apakah layak dengan kebijakan tidak mencairkan Gaji 13 dan THR bagi Pegawai Negeri Sipil? Ini pertanyaan besar dan butuh kejernihan berpikir yang tidak buntu kullu.

Baca: cara berpikir Buntu Kullu

Gaji 13 dan THR bagi Pegawai Negeri Sipil, TNI, POLRI, sudah menjadi hal yang melekat dalan kehidupan ekonomi seorang abdi negara. Itu sudah masuk dalam kalkulasi semua sektor.

Kongkritnya seperti ini, tak heran jika seorang PNS, TNI, POLRI berani minjam uang sebelum Gaji 13 dan THR itu cair. Tak heran jika seorang ibu PNS, TNI, POLRI berani berjanji kepada anaknya, “Ntar nak belinya bulan Juni Juli ya.” Percayalah, senyum seorang PNS, TNI, POLRI hanya ada di bulan Juni Juli.

Ada beberapa dampak besar positif dan negatif yang akan muncul jika Gaji 13 dan THR bagi Pegawai Negeri Sipil, TNI, POLRI tidak dicairkan, menurut saya:

Dampak positif gaji 13 dan THR jika tidak dicairkan

40 triliun jumlah anggaran gaji 13 dan THR secara keseluruhan tahun ini adalah jumlah yang tidak sedikit. Jumlah itu bisa membantu untuk menutupi penyediaan alat kesehatan, penyediaan sembako, dll.

Anggaran gaji 13 dan THR jika digunakan sebagaimana mestinya, bisa membantu ribuan bahkan ratusan ribu orang. Asumsi Rp 55.000 untuk harga satu APD saja, maka anggaran itu cukup membeli 727 juta APD. Bahkan jumlah itu cukup untuk 4 milyar nasi bungkus. Wooww…

Itu adalah contoh sederhana. Namun apapun itu, dampak positif jika gaji 13 dan THR dicairkan, sifatnya jangka pendek. So? Sekarang masi kita lihat dampak negatifnya.

Jumlah PNS di IndonesiaDampak negatif jika gaji 13 dan THR tidak dicairkan

Saya melihat dampak negatif dan bahkan berbahaya yang sifatnya jangka pendek dan jangka panjang, jika gaji 13 dan THR untuk PNS, TNI, POLRI tidak dicairkan.

Pertama, hilangnya semangat kerja

PNS, TNI, POLRI digaji dengan uang rakyat, dengan pajak untuk bekerja itu betul. Tapi apakah mereka digaji untuk semangat bekerja? Tunggu dulu! Antara kerja dan semangat kerja, itu jauh berbeda.

Bekerja tanpa semangat kerja, akan menghasilkan sesuatu yang kurang memuaskan. Bahkan bisa saja hasilnya tidak sesuai harapan bahkan merugikan. Perhatikan cerita sederhana berikut:

Becce adalah PNS perawat. Gajinya hampir habis untuk kredit sana sini, kecuali tersisa sedikit untuk makan. Dia bersykur, karena toh masih ada orang yang kredit pun susah!

Dia bekerja penuh semangat. Pasien ODP Corona datang, dia jemput dengan bergegas. Gerakannya gesit dan cepat. Karena dia bersemangat, dia cepat, dia gesit, sepersekian detik banyak nyawa tertolong.

Dia bersemangat dalam bekerja, apalagi dia merasa tak alam lagi dia tersenyum, dia hanya butuh beberapa bulan lagi bertahan menunggu gaji 13 dan THR.

Opini Terkait
1 daripada 302

Mendengar kabar bahwa gaji 13 tidak akan cair tahun ini, dia tetap bersyukur, tetap bekerja, karena dia masih punya sedikit sisa gaji untuk makan. Tapi semangatnya hilang!

Saat pasien ODP Covid 19 datang, dia tidak gesit lagi. Kemarin dia berlari, sekarang dia hanya berjalan cepat seperti berlari. Sepersekian detik dia terlambat karena tidak gesit lagi akibat semangat kerja hilang, apa akibatnya?

Apakah kita akan menuntut Becce? Menuntut gimana? Apakah kamu melihat dia tidak bersemangat? Buktinya apa? Semangat itu dari dalam mas brow…

Ada jutaan PNS, TNI, POLRI, yang saya pastikan semangat kerjanya akan hilang jika gaji 13 dan THR tidak dicairkan.

Kisah Becce akan berlaku dengan model berbeda. Bagaimana polisi yang tidak bersemangat lagi. Bagaimana TNI yang tidak bersemangat lagi, bagaimana guru, dan abdi negara lainnya dengan model kerja berbeda.

Ingat! Gaji 13 dan THR sudah melekat dalam kehidupan seorang abdi negara.

Kedua, stimulus ekonomi

Masih ingat 1998? Krisis ekonomi yang hampir membubarkan negara ini. Ngeri mengingatnya. Apa yang membuat kita bisa bertahan dan selamat waktu itu? Tak lain karena stimulus ekonomi akar rumput.

Baca: orang miskin dan virus corona

Kita punya modal masyarakat di kampung yang bertani, berkebun, nelayan, dan sebagian pengusaha kecil menengah. Merekalah sumber produk dasar kebutuhan kita. Siapa pembeli terbesar produk mereka? Tak lain dimulai dari abdi negara yang jumlahnya 4 juta orang lebih.

Gaji 13 dan THR adalah stimulus fiskal terbaik menutupi indikator krisis bulan Juni dan Juli. Gaji 13 dan THR akan membantu menopang konsumsi rumah tangga, kontributor terbesar dalam pembentukan PDB nasional.

Hasil Survei Konsumen Bank Indonesia (BI) periode Maret 2020, rasio konsumsi dari pendapatan rumah tangga adalah 69%. Bayangkan, dari konsumsi dari PNS Golongan III saja, dari gaji, belum termasuk tunjangan, adalah Rp 4,52 triliun per bulan.

Itu baru dari PNS Golongan III dan sekali lagi, hanya menghitung gaji belum gaji 13 dan THR di dalamnya. Kalau memperhitungkan PNS golongan lainnya, tentu nilainya akan jauh lebih besar.

Struktur PDBKondisi ekspor yang jeblok dan investasi yang setali tiga uang, harapan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi hanya dari konsumsi rumah tangga akar rumput. Konsumsi pemerintah memang akan meningkat seiring peningkatan belanja negara, tetapi kontribusinya dalam pembentukan PDB tidak sampai 10%.

Oleh karena itu, akan bijak bagi pemerintah jika gaji ke-13 dan THR bagi PNS, TNI, POLRI dihitung sebagai stimulus fiskal untuk mendorong pertumbuhan ekonomi. Penundaan pemberian dua komponen tersebut bisa membuat konsumsi rumah tangga kurang bergairah, sehingga membuat pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan ikut lesu.

Solusi gaji 13 dan THR cair atau tidak

Kita butuh anggaran besar, wabah virus yang menjadi pandemi dunia tidak bisa dianggap enteng, dan anggaran gaji 13 dan THR bisa dikata cukup membantu setidaknya untuk kebijakan jangka pendek.

Sisi lain, kita tidak boleh terluka. Ibarat bagian tubuh ada yang terluka, datang lagi serangan wabah yang belum ditemukan vaksinya, akan sulit ditolong lagi.

Kita akan terluka jika kondisi ekonomi menjadi sulit. Lihat saja, mereka yang tetap keluar rumah di tengah intruksi tetap di rumah, semua karena masalah ekonomi.

Kita akan terluka jika para abdi negara kehilangan semangat kerja. Abdi negara terutama para medis adalah bagian masyarakat yang paling mudah diperintah dalam kondisi apapun. Perintah itu akan dilaksanakan dengan baik, jika mereka punya semangat.

Pertimbangan itu melahirkan solusi misalnya, kewajiban ASN membantu, mengeluarkan sebagian dari Gaji 13 dan THR untuk mengatasi poin pertama. Wajib bukan himbauan.

Bisa juga, para ASN dalam lingkungan masing-masing diberi tugas dan wajib lapor mengenai apa yang mereka lakukan untuk masyarakat dalam menghadapi Corona. Tugas ini wajib dan tanpa fee baru.

Komentar
Loading...