Sepenggal Karomah Anre Gurutta Malik

KH. Abdul Malik Muhammad, lebih dikenal dengan Anre Gurutta Malik adalah ulama nusantara yang berdakwah di Sulawesi Selatan dan khusunya di Kabupaten Wajo. Beliau lahir tahun 1922, di timoreng Kecamatan Belawa, dan wafat tahun 2000, di Makassar.

Beliau pernah menjadi pimpinan pondok pesantren Asadiyah Sengkang yang dikenal sebagai kota sutera, dan tak ada yang berminat menggantikannya selagi beliau masih bersedia

Sebagai seorang ulama dengan lautan pengetahuan, beliau sangat disegani. Penulis sempat menghadapkan hapalan al-Quran langsung di depan beliau, sehingga tahu banyak dan mengalami sendiri beberapa karomah beliau sebagai seorang ulama. Karomah Anre Gurutta Malik sangat banyak, bersumber dari murid langsungnya dan sudah divalidasi penulis. Tapi kali ini, akan diungkapkan satu kisah saja.

Opini Terkait
1 daripada 13

Seperti biasa, saya menghadapkan hapalan subuh hari. Jadi usai shalat subuh di masjid, saya bersama santri lain ke rumah Anre Gurutta yang hanya berbatas pagar dengan masjid. Namun sial, hari itu saya telat bangun. Begitu bangun, tersadar dari pulasnya tidur, saya teringat bahwa hari ini akan nyetor hapalan. Dengan bergegas secepat kilat, sambar peci dan piyama usang, saya berlari ke rumah Anre Gurutta. Tanpa ganti sarung, bahkan tanpa berwudhu. Muka hanya saya bilas singkat.

 

Karena rasa kawatir dan takut. Jarak 1 km kos dengan rumah Anre Gurutta saya tempuh hanya beberapa menit saja. Sampai di depan pintu pagar, nafas saya atur, dengan langkah tenang berjalan hendak masuk melalui pintu depan. Begitu masuk ke dalam rumah, saya melihat Anre Gurutta di kelilingi santri yang sementara murajaah. Dengan tatapan tajam, beliau berkata ke saya, “laono jolo massempajang subuh”. Pergilah sembahyang subu dahulu.

Saya tak mengucapkan satu kata pun usai mendengar perintah itu. Tak balik, dan tak berani menatap Anre Gurutta. Saya lari terbirit birit entah kenapa. Saya sadar saat berada di kos kembali. Nafas memburu ketakutan. Saya tak habis pikir, dari mana Anre Gurutta tahu kalau saya belum shalat subuh. Kedua, apa yang membuat saya lari terbirit birit?

Ada yang bisa menjelaskan ini?

Loading...