Siapa yang Anda Maksud Wahabi?

Wahabi Itu Siapa?

Siapa yang Anda maksud Wahabi? Wahabi yang saya pahami adalah gelar yang awalnya disematkan kepada pengikut Muhammad bin Abdul Wahab (1703-1115), seorang ulama yang sudah faqih sejak umur masih muda. Dia berguru kepada banyak ulama ternama di Mekah dan Madinah.

Saat di Madinah, ia berguru pada dua orang ulama besar yaitu Syeikh Abdullah bin Ibrahim bin Saif an-Najdi dan Syeikh Muhammad Hayah al-Sindi. Di sana, dia melihat bagaimana kondisi masyarakat Islam di sana yang memprihatinkan. Mereka menziarahi makam-makam dan meminta di sana. Belum lagi bagaimana perayaan acara keagamaan yang dirangkaikan dengan joget-joget sampai minum arak.

Dari situlah, hafizh al-Quran sejak usia 10 tahun ini tergerak untuk mempelajari tauhid salafi.1Rasulullah menyampaikan risalah tauhid jauh lebih lama dibanding risalah fikih, tujuannya agar tauhid umat kuat. Itu lalu diikuti oleh sahabat, tabiin dan tabi tabiin. Masa mereka itulah disebut salaf. Pengikutnya disebut salafi Akidah murni yang menjauhi syubhat, samar dan keraguan.

Selepas dari sana, Ibnu Abdul Wahab lalu mengajak masyarakat memurnikan ajaran Islam yang dimulai dari gerakan memurnikan tauhid.Itulah sebabnya, tidak dikenal istilah wahabi saat itu, tapi muwahhidun, yang artinya gerakan memurnikan tauhid.2Lihat misalnya pada Madawi Al-Rasheed, dalam bukunya, A History of Saudi Arabia, Cambridge University Press, 2002 Perjuangan dimulai dari kampung halamannya sendiri, Uyainah. Awalanya, dia mendapat dukungan pemerintah setempat, lalu karena pergolakan politik, gerakan itu ditolak sehingga Ibnu Abdul Wahhab mengungsi ke Dir’iyyah. Di sana pengikutnya bertambah banyak karena mendapat dukungan dari Amir ibnu Saud penguasa tunggal Dir’iyyah masa itu.

Pengikut Ibnu Abdul Wahhab semakin banyak. Masyarakat dunia islam berbondong-bondong ingin belajar di sana. Perjuangan memurnikan ajaran Islam masih terus berlanjut, bukan dengan perang dan kekerasan, tapi Ibnu Abdul Wahhab mengirim surat ke penguasa, raja-raja yang di sekitar Dir’iyyah.

Langkah yang ditempuh itu memberi pengaruh politik signifikan terhadap kelompok dan pengikutnya, sehingga kesultanan Turki Utsmani merasa terusik. Mereka lalu melancarkan serangan ke Dir’iyyah yang dibantu kaum Syi’ah Bathiniyyah masa itu. Kelompok penyerang muwahhidun inilah yang menamakan wahabi.3Wahabi mereka maksudkan sebagai pengikut Abdullah ibnu Abdul Wahhab. Lihat misalnya buku Syeikh Muhammad ibn Abd al-Wahab, Da’watuhu Wasiratuhu”, karangan Syeikh Muhammad bin Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz.

Okelah kita sependapat dengan penyerang dari kesultanan Turki Utsmani yang memberi gelar pengikut ibnu Abdul Wahhab dengan sebutan “wahabi,” tapi apakah kita membenci gerakan pemurnian tauhidnya? Sejarawan kenamaan Karen Amstrong menulis, ‘Seperti halnya Martin Luther, dia ingin menanggalkan semua kumpulan-ajaran yang datang kemudian, khususnya yang dikenalkan oleh kaum sufi, kaum mistik Islam, serta mengembalikan Islam kepada kecemerlangan, kemurniannya yang telah dinikmati di Madinah pada abad ketujuh.”

Opini Terkait
1 daripada 89

Saya bisa membayangkan konstalasi politik masa itu seperti copras capres hari ini. Masyarakat tergiring hanya pada dua pilihan, kubu kanan atau kiri. Artinya, mendukung pemurnain ajaran Islam, atau mendukung kesultanan Turki Utsmani yang tak sepakat dengan hal itu. Tak ada pilihan lain. Akhirnya, semua yang dianggap salah dari gerakan pemurnian ajaran Islam, lalu digeneralkan kepada semua ajaran Ibnu Abdul Wahhab.

Penyerangan Kesultanan Turki Utsmani yang dipimpin Gubernur mesir memakan banyak korban sampai Dir’iyyah jatuh tahun 1233 H. Banyak korban nyawa di sana. Muslim menyerang, muslim yang diserang hanya karena perbedaan gerakan politik. Dari kelompok Muwahhidun, banyak di antara tokoh al-Saud yang ditangkap dan diasingkan, bahkan ada yang dibunuh secara beringas. Sebut saja Abdullah bin Su’ud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud.4Periode Daulah Su’udiyyah I (1151-1233 H). Kemudian berdiri Daulah Su’udiyyah II (1240-1309 H), dan yang terakhir ialah Daulah Su’udiyyah III yang kemudian berganti nama menjadi al-Mamlakah al-Arabiyyah As Su’udiyyah (Kerajaan Arab Saudi) yang didirikan oleh Abdul Aziz bin Abdurrahman al-Saud (Bapak Raja-raja Saudi sekarang) pada tahun 1319 H hingga kini

Sampai hari ini, saya masih berpikir keras alasan membenci wahabi (sebenanrnya muwahhidun) nama kelompok disematkan oleh lawan politiknya. Artinya, jika kita sepakat bahwa wahabi itu adalah pengikut Ibnu Abdul Wahhab, artinya kita berdiri pada barisan penyerang. Tak pernahkah kita mencoba berdiri netral, atau berpijak pada keduanya? Melihat pergolakan yang terjadi adalah pergolakan politik, yaitu persaingan kesultanan Turki Utsmani dengan cikal bakal keluarga al-Saud. Ingat, perjuangan ibnu Abdul Wahhab ingin memurnikan ajaran Islam dilakukan dengan cara surat menyurat. Kalau toh dalam gerakan itu ada yang tak sesuai ajaran Islam karena bluder dari pengikutnya, yang kita benci apanya? Gerakan itu keras? Keras karena menghancurkan piranti kemusyrikan? Bukankah Rasulullah saw memerintahkan menghancurkan semua patung yang ada di Kabah saat futuh makkah. Apakah anda tidak sepakat dengan itu, karena itu keras?

Pengikut ibnu Abdul Wahab memang didoktrin dengan tauhid salafi, jadi cenderung tegas. Apalagi, melihat kondisi masyarakat masa itu dan pergolakan politik dua kubu. Banyak pegikut muwahhidun memberikan perlawanan. Di antara pengikut gerakan pemurnian tauhid itu, ada juga yang cenderung sangat tegas dan keras. Inilah yang kemudian menjadi celah pembenci gerakan ini. Menurut mereka, tak ada toleransi kalau itu terkait tauhid. Ini akhirnya menjadi celah bagi para pembenci pemurnian tauhid yang akhirnya over general. Semua yang memurnikan tauhid, dianggap wahabi, wahabi itu khawarij, khawarij takfiri, takfiri itu mengkafirkan, dan mereka masuk neraka.

Gerakan pemurnian ajaran Islam posisinya sama dengan gerakan pembaharuan islam yang dipelopori oleh al-Afghani, Muhammad Abduh, Rasyid Ridha, dll. Hanya cara dan objek pembaharuan mereka yang berbeda. Jika kita tidak menyukai cara pengikut mereka, maka seyogyanya pengikut yang salah dari gerakan itu yang dibetulkan. Pokok perjuangan ibnu Abdul Wahab adalah pemurnian tauhid bukan mengajarkan kekerasan.

wahabi

Saya sangat berharap kita tidak fallacy, over general. Bertemu dengan muslim yang memakai celana isbal (cingkrang), kita sebut wahabi. Bertemu dengan muslim berjanggut disebut wahabi, bertemu dengan muslimah bercadar, disebut wahabi. Bertemu dengan muslim yang keras melarang perayaan maulid, tahlilan, dll, kita sebut wahabi. Paling fatal, semua yang dari Arab, tempat kelahiran Nabi saw, daerah yang dicintainya, juga disebut wahabi. Please, mari kita pahami baik-baik. siapa yang Anda maksud wahabi

*Disclaimer; Penulis suka memakai celana taktikal bukan celana cingkrang, memiliki janggut tak lebat, bukan pendukung wahabi, bukan pula pembenci muwahhidun

Loading...