Strata Sosial di Dunia Maya

Strata Sosial Dunia Maya

Strata sosial dunia maya adalah stratifikasi sosial dunia maya, yaitu perbedaan tingkat “masyarakat” dunia maya sesuai kelasnya.. Seperti halnya di dunia nyata, di dunia maya juga ada strata nya. Ada pengguna, penyedia isi, ada pembuat “rumah” nya.

Strata pengguna adalah masyarakat dunia maya yang kelas dan posisinya hanya pengguna. Pengguna media sosial, pencari konten melalui mesin pencari Google, yahoo atau yang lain, penonton video di Youtube, Vimeo, dan lain-lain

Misal, Anda mengambil, membaca tulisan di google scholar, ya artinya Anda sebagai pengguna, dan google rumahnya. Anda tidak punya kuasa yang lain, karena kelas Anda adalah pengguna. Anda mencari di mesin pencari Google, “makalah tentang anu, pdf”. Muncullah ribuan konten makalah dengan kata kunci itu. Siapa penulisnya? Siapa saja. Yang jelas, pembuat konten makalah itu lebih tinggi stratanya dari Anda. Contoh lain, Anda pengguna facebook; buat status, posting video, dll, Facebook adalah rumahnya. Tuan rumah berhak apapun terkait dengan penggunanya.

Strata kedua adalah penyedia. Strata penyedia adalah masyarakat dunia maya yang kelasnya menyediakan konten yang bisa digunakan oleh masyarakat pengguna. Masyarakat dunia maya yang kelasnya penyedia, bisa menyediakan sesuatu di “rumah” milik masyarakat kelas tertinggi, yaitu pembuat rumah, dan bisa juga penyedia di rumah sendiri.

Misal, Anda seorang blogger. Menulis makalah di Blogspot. Blogspot itu milik Google. Lalu masyarakat pengguna menemukan makalah Anda. Seperti yang sudah diuraikan sebelumnya, pengguna tidak bisa apa-apa terhadap tulisan Anda di dunia maya, tapi Anda bisa mengedit, mengubah, bahkan lebih jauh membodohi pengguna. Sadis bukan?

Opini Terkait
1 daripada 164

Namun masih ada kelas masyarakat di atas Anda yaitu pemilik rumah, blogspot. Pemilik Blogspot bisa saja menghapus tulisan Anda. Ibarat orang ngontrak gratis, lalu tuan rumah tidak suka, lalu diusir.

Strata tertinggi adalah pemilik rumah. Siapa pemilik rumah itu? Siapa saja, termasuk Anda. Seperti halnya di dunia nyata, pemilik rumah adalah mereka yang biasanya sudah mapan, atau punya modal. Di dunia maya juga demikian. Rumah di dunia maya punya alamat yang disebut URL. Harus punya rumah tempat menyimpan yang disebut server, dll.

Misal, Anda membuat website, membeli domain sebagai alamat, membeli tempat dalam bentuk server, lalu menulis sesuatu. Tulisan Anda disimpan di website (rumah) yang telah Anda buat. Website itu bisa dibuka untuk penyedia lain atau kelas masyarakat dunia maya di bawah Anda.

Sebenarnya masih ada kelas sedikit lebih tinggi dari sekedar pemilik rumah. Seperti halnya di dunia nyata, kadang kita memiliki kamar di sebuah apartemen, tapi apartemennya bukan milik kita. Nah, di dunia maya juga demikian. Bahkan, di dunia nyata ada masyarakat kelas elite yang menguasai satu “benua”, misal Google.

Sampai di sini mari kita bertanya pada diri kita sendiri, di mana kelas kita? Apa strata kita di dunia maya? Pengguna? Ya, mayoritas masyarakat dunia maya di Indonesia adalah pengguna. Tak bisa dibayangkan jika suatu saat, pemilik rumah yang Anda tempati marah, lalu mengusir kita semua.

Pemilik benua dengan prangkat “gratis” nya untuk para pengguna marah, sehingga youtube, gmail, android, google maps, drive, dll dihapus, atau berbayar. So?

Loading...