Strategi Membangun Backlink dan Link Building yang Alami Terbaru

Strategi Backlink dan Link Building

Masa demi masa yang kian bergerak juga diikuti oleh Google sebagai mesin pencarian terbesar sejagat raya. Raksasa pencarian ini terus berbenah memantapkan diri dan menutupi kekurangan yang ada sebelumnya.

Semua buatan manusia tentu di dalamnya ada kekurangan. Seperti halnya para praktisi Google, hanya bisa mengurangi dan menutupi kekurangan yang ada, sehingga sistem backlink dan link building, tidak mudah diakali para pegiat online yang sebagian besar butuh cara serba instant.

Apa itu link building?

Link building itu bangunan link yang membentuk satu kesatuan. Link building ada dua macam; pertama link building internal. Yaitu link yang dibangun dalam satu web. Misalnya, konten A nge-link ke konten B. Konten B nge-link ke konten C, konten C nge-link ke A, dan seterusnya.

Kedua, link building antar web. Misalnya Web A adalah punya Anda. Web B, C, D, E, dst, mencantumkan link web A di webnya, sehingga terbangunlah jaringan link yang mengarah ke web A, web Anda.

Dahulu, rangking sebuah web dan blog besar ditentukan oleh berapa jumlah backlink yang ada, sehingga pola booting, scrape box, menjadi idola. Artinya, semakin banyak web yang nge-link ke web Anda akan dianggap bagus oleh mesin pencari.

Sekarang berbeda, backlink dan link building dihitung berdasarkan kualitas bukan kuantitas. Misalnya, web Anda web kontent Islam, tapi di-link oleh web judi. Ini tidak berhubungan sama sekali dan justru dianggap tidak bagus oleh mesin pencari.

Cara membangun link building yang baik

Secara pribadi, saya bukan master SEO, tapi hanya belajar dari pengalaman. Mengenai backlink dan link building, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.

Opini Terkait
1 daripada 41

Pertama: Author. Siapa pemilik web/blog atau penulisnya. Ukuran mesin pencari untuk authority sebenarnya sederhana, yaitu bagaimana sebuah web dibangun oleh pemiliknya.

Kedua: Relevansi. Backlink dan link building yang dibangun antara web/ blog kita dengan web/ blog lain tidak boleh sembrono. Perlu diperhatikan, apakah web/ blog tersebut memiliki keterkaitan (relevansi) dengan web/ blog yang kita bangun. Misalnya blog kesehatan, menebar link di blog teknologi tentu dianggap tidak memiliki relevansi.

Ketiga: PageRank. Sebuah web/blog yang membangun backlink dan link building harus memerhatikan PageRank tempat link tersebut ditanam. Ada baiknya PageRank-nya lebih atau setidaknya sejajar dengan web/blog yang kita bangun.

Pola PageRank ini tentu paling sulit dibanding dua cara sebelumnya, karena jika semua blogger berprinsip seperti ini, maka yang ber-PageRank rendah akan selamanya rendah, demikian pula sebaliknya.

 

Tiga hal inilah yang paling mendasar, penting dipahami oleh blogger ketika membangun backlink dan link building.

Algoritma-Google-TerbaruBanyak ahli SEO menambah beberapa point, misalnya konten unik, backlink dari situs Edu dan Gov, dan membuat backlinks pada situs nofollow, tapi bagi saya, hal ini hanyalah masalah agar kesan alamiah tertangkap oleh Search Engine terkait dengan baclink yang ditanam.

Kecanggihan mesin pencari yang mampu membaca ke-alamiah-an sebuah backlink, tentu menjadi perhatian bagi blogger.

“Sesuatu yang alami tidak berlebihan, dan tidak kelihatan ganjil.” Itu saja.

Semoga bermanfaat….

Loading...