Cara Khusyu dalam Salat; Karena Salat Bukan Sekedar Komat Kamit!

Cara Khusyu dalam Salat

Ada beberapa perintah Allah swt kepada kaum muslimin yang tidak ada tawar menawar terhadapnya, salah satunya adalah perintah salat. salat dalam definisi paling sederhana adalah dimulai dengan takbiratul ihram dan diakhiri dengan salam.

Dalam surah Thaha disebutkan bahwa tujuan salat adalah li dzikry untuk mengingat-Ku (Tuhan). “Mengingat” Tuhan dalam salat itulah kekhusyuan sejati.

Saya tersenyum mendengar ocehan ibu-ibu kala menyaksikan salat berjamaah di Masjidil Haram. Terlihat dengan jelas, bagaimana imam melakukan gerakan-gerakan yang tidak familiar. Belum lagi bagaimana jemaah salat sambil membuka mushaf al-Quran, melibaskan sorbanya, dan gerakan-gerakan lain.

“Aihh, pasti tidak khusyu salatnya itu orang”. Kata ibu paruh baya, sambil berdecak tak puas.

Cara agar khusyu dalam salat

Lalu bagaimana cara khusyu dalam salat? Karena, mengingat dalam bahasan umum adalah mengembalikan data dalam memori otak hasil olahan indera. Tulisan ini mengajak pembaca memahami khusyu sebagai usaha dan cara khusyu dalam salat.

Pertama: Kusyu adalah posisi, posisi dimana hamba tenang, karena sadar akan kelemahannya sebagai hamba dan penyandaran dirinya kepada sang Pencipta.

Dalam al-Madarij Ibnu Katsir mengatakan: “khusyu adalah tidak bergerak, tenang, penuh tawadhu, karena disebabkan takut kepada Allah dan perasaan diawasi Allah”.

Dari pengertian ini, maka khusyu bukan hanya dalam salat, tapi khusyu juga bisa diperoleh ketika bekerja di kantor, belajar, dan rutinitas lainnya.

Opini Terkait
1 daripada 47

Khusyu dalam salat berarti ketenangan dalam salat, beserta kesadaran bahwa apa yang dilakukan sepenuhnya sebagai bukti keihklasan, ketidakkuasaan dan pengakuan atas kekuasaan sang Pencipta.

Khusyu bukan berarti mata terpejam, tapi usaha subjektif seorang hamba dalam merasakan kekhusyuan. Bisa jadi ada orang yang khsusyu, tapi mata tetap menatap seperti memperhatikan sesuatu

Kedua: dalam kitab al-Ruh Ibnu Qayyim mengatakan; “ada dua jenis khusyu, iman dan khusyu munafik. Khusyu Iman adalah hatinya menghadap Allah dengan penghormatan, lalu hatinya penuh dengan cinta dan pengakuan kepada Allah yang membekas”. Mari kita lihat poin penghormatan dan rasa cinta.

Seorang yang ingin khusyu dalam salat, maka harus memulai salatnya dengan rasa penghormatan kepada pemberi perintah salat. Melaksanakan salat jangan sama sekali karena merasa terpaksa, karena tidak ada cinta dalam keterpaksaan.

Perhatikan sabda Nabi saw yang diriwayatkan oleh Abu Dawud:

“Ada lima salat yang diwajibkan oleh Allah, barang siapa memperbaiki wudlunya dan melaksanakan salat pada waktunya, menyempurnakan ruku’nya dan kekhusyu’annya,..”

Dalam teks hadis Nabi saw tersebut, kekhusyuan ditempatkan setelah poin melaksanakan. Artinya, penghoramatan dan rasa cinta untuk mencapai khusyu dalam salat, harus dimulai saat melaksanakan salat.

Ketiga: ada 4 faktor yang memberi andil saat mengerjakan salat, raga, hati, nyawa, dan roh. Saya jabarkan secara sederhana, raga dalam gerakan, hati dalam niat, nyawa dalam bacaan, dan roh dalam kekhusyuan. Agar roh dapat mencapai target khusyu, maka ketiga unsur lain harus mendukung.

Contoh paling rill, bacaan imam yang bagus, merdu menyentuh, akan dengan mudah menggiring diri khusyu dalam salat. Demikian pula, raga yang mendirikan salat namun melakukan gerakan-gerakan berbeda dari gerakan salat, justru akan menjauhkan diri dari kekhusyuan dalam salat. Olehnya itu, tuma’ninah, mengetahui arti bacaan salat, dll, menjadi penting dalam rangka khusyu dalam salat.

Demikian tips dan cara khusyu dalam salat. Sederhana dan semoga bisa dipahami.

Loading...