Tuhan Ada Dimana?

Tuhan ada di mana?

“Ini era millenial bro, masa masih bahas Tuhan. Masa masih tanya Tuhan ada di mana?”

Kalimat seperti ini kerap muncul saat membahas Tuhan. Oke, mungkin ini tak penting, tapi suatu saat anakmu yang masih kecil akan bertanya, “Tuhan ada di mana? Atau mungkin kelak Anda jadi dosen guru dan ada yang bertanya seperti itu.

Tuhan dan waktu

Sebelum menjawab pertanyaan Tuhan ada di mana? Maka perlu dipahami bahwa kata “di mana” mengisyaratkan waktu. Waktu adalah ciptaan Tuhan. Waktu akan membatasi siapa yang menempatinya.

Waktu masih sering bergulat dengan filsafat, ada beberapa pertanyaan menarik, salah satunya, “Tuhan ada di mana?”

Sebenarnya menjawab pertanyaan ini, sangatlah mudah. Tapi membuat penanya mengerti ini yang sulit, apalagi jika si penanya mengharapkan jawaban instant, tak memble. Secara pribadi, hak menjawab itu ada sama saya, maka saya akan menjawabnya, “di luar ruang dan waktu”.

Waktu adalah esensi. Dikatakan berdimensi, sekaligus dalam dimensi itulah waktu itu berada. Waktu bukan sekedar detik, menit, jam, hari, bulan, atau tahun. Waktu merupakan entitas yang memuat berbagai macam makna. Waktu menjadi alat wujud pada manusia menjadi memori. Semua yang berdimensi berada dalam waktu.

Waktu juga dapat bertutur tentang efisiensi. Waktu 24 jam dalam sehari dapat memiliki definisi yang berbeda ketika kita berada di tempat yang berbeda dan menekuni pekerjaan yang berlainan. Waktu dapat menjadi enigma. Waktu dapat menjadi mekanisme berulang. Waktu sengaja diciptakan…

Tuhan dan ruang/tempat

Seperti halnya waktu, ruang juga diciptakan Tuhan. Ruang juga membatasi siapa yang menempatinya. Tak mungkin Tuhan menempati ruang, karena syarat sesuatu layak dikatakan Tuhan, apabila dia tak terbatas.

Ruang adalah yang berbatas atau terlingkung oleh bidang. Ruang secara konstan melingkupi keberadaan kita. Sebuah ruang sangat berhubungan dengan volum titik, garis, dan bidang. Ruang, space atau spatium dalam bahasa Latin berarti tempat (topos) atau lokasi (choros) dimana ruang memiliki ekspresi kualitas tiga dimensional.

Aristoteles konon mengatakan bahwa ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik. Konsep space yang menjadi focal point ilmu-ilmu dengan perspektif spasial. Bagi Kant, sebuah space bukanlah objek, tetapi menunjukkan keberadaan sebuah “spatial intuition.”

Kaum positivis, melihat hipotesis tentang space atau relasi spatial dapat bisa diuji. Kaum fenomenologis melihat melihat space sebagai existential space yang menempatkan relasi manusia di dalam space sebagai subjek, bukan sebagai objek.

Opini Terkait
1 daripada 303

Ruang dan waktu adalah objektif, mutlak dan bersifat universal. Ruang mempunyai tiga matra, yaitu atas-bawah, depan belakang, kiri kanan. Sedangkan waktu hanya bermatra depan belakang. Di dalam ruang kita dapat pergi ke setiap arah; di dalam waktu kita hanya dapat pergi ke depan. Untuk dapat menjelaskan bahwa ruang dan waktu bersifat mutlak.

Kalau gerakan menurut Newton merupakan akibat suatu kekuatan yang mempengaruhi massa, maka gerakan bersifat mutlak yang terjadi di dalam ruang dan waktu, atau  ruang dan waktu juga bersifat mutlak.

Lantas argumen apa yang membuktikan Tuhan berada di luar keduanya (ruang dan waktu)?

Beberapa pragraph di atas sesungguhnya justifikasi Tuhan sebagai pencipta keduanya. argumennya sederhana;

Tuhan layak dikatakan sebagai Tuhan, jika dia tak terbatas, maha dari segala maha. Wujud Tuhan adalah sesuatu yang badhi dan bahkan lebih terang dari segala sesuatu yang lain.

Oleh karena itu, penetapan wujud Tuhan sama sekali tidak memerlukan penjelas dan argumen apapun. Dia mendahului segala sesuatu. Dia ada sebelum ada segala sesuatu. Segala sesuatu tergantung mutlak kepada-Nya. Ketiadaan selain-Nya tidak menegaskan ketiadaan-Nya. Tetapi ketiadaan-Nya, meniscayakan ketiadaan segala sesuatu.

 

Dialah yang menjelaskan segala sesuatu. Bukan segala sesuatu yang menerangkan Dia. Segala sesuatu dikenal karena-Nya. Bukan karena selain-Nya Dia diketahui.” Itulah sebagian syarat sesuatu dikatakan “tuhan”

Jika waktu adalah esensi, maka dia terbatas…

Jika waktu juga dapat bertutur tentang efisiensi, maka dia tak mutlak…

Jika waktu bermakna, maka dia memiliki sebab…

Jika ruang adalah yang berbatas atau terlingkung oleh bidang, dan menurut Aristoteles, ruang adalah suatu yang terukur dan terlihat, dibatasi oleh kejelasan fisik, space atau relasi spatial dapat bisa diuji menurut positivisme space existential menurut fenomenoligi, maka waktu terbatas…

Tuhan ada di manaJika gerak menurut Newton merupakan akibat suatu kekuatan yang mempengaruhi massa, bersifat mutlak dan terjadi di dalam ruang dan waktu, maka siapa yang menggerakkan…

Yang tak terbatas, tanpa sebab, penggerak itulah disimbolkan x. Keberadaannya adalah sebagai yang kuasa, maha dari yang maha. Keberadaannya berargumen tapi wujud-Nya tidak. Dia berada di luar ruang dan waktu. Kata luar TIDAK menegasikan wujud-Nya, tapi kata luar adalah rangkaian huruf pengganti bahwa dia bukan ruang dan waktu tidak dibatasi oleh keduanya, tapi bahkan menciptakannya.

 

Komentar
Loading...